Alhamdulillah saya sudah masuk game level 1 di kelas Bunda Sayang Batch#4 mengenai komunikasi produktif. Saya sangat bersemangat ketika materi ini telah datang terutama yang membuatku bersemangat adalah ketika saya membca materi bagaimana berkomunikasi produktif dengan anak. Alhamdulillah saya dikaruniai 2 orang anak, yang pertama Fa usia 5 tahun 2 bulan dan Qaf usia 2 bulan.
Begitu tantangan diberikan, yang menjadi target saya yang pertama adalah komunikasi produktif bersama Fa. Kebetulan saya dan suami LDM( long distance marriage). Meskipun jarak telah memisahkan kami, tapi tidak hati kami. #eaaaa...
Ya, setiap hari saya dan suami selalu bercerita tentang kegiatan kami masing- masing. Dan saya yang lebih sering bercerita tentang aktivitas saya terutama terkait dengan anak- anak. Begitu mendapat tantangan ini saya langsung bercerita ke suami dan alhamdulillah suami selalu mendukung. Ketika kami para mahasiswi bunda sayang diminta untuk membuat family forum terlebih dahulu, saya awalnya bingung karena kami LDM. Tapi setelah bertanya kepada fasil mengenai keadaan saya dan suami, akhirnya saya tercerahkan dalam membuat family forum ala keluarga kami. ya, selama ini kami sudah terbiasa membicarakan sesuatu melalu aplikasi Whastapp dan jika terkait anak- anak biasanya saya yang menindaklanjuti percakapan kami kepada anak- anak terutama kepada sulung kami.
Di hari pertama saya melakukan tantangan ini, saya fokus kepada bagaimana saya bisa menyampaikan apa yang saya inginkan kepada anak dan anak bisa mengerti dengan apa yang saya inginkan dan ia laksanakan tanpa harus ada ketusan- ketusan bahkan rasa kesal pada anak saya yang sering terjadi selama ini. Ini sebagai imbas dari saya yang rasanya masih perlu banyak belajar untuk mengelola emosi.
Dimulai ketika hari menjelang siang dan anak sulung saya Fa, sepulang sekolah langsung bermain dengan saudara sepupu saya yang kebetulan seumuran dengannya dan setiap ibunya bekerja dititipkan kepada Ibu saya yang notabene saya masih tinggal bersama ibu. Kala itu saya tengah menyetrika dan tiba- tiba dia mengambil buku cerita miliknya dan dia meminta saya untuk membacakan cerita dari buku tersebut yang entah sudah berapa kali saya ceritkan kepadanya tapi tak bosan juga ia memnita untuk dibacakan kembali.
"Mom, mba Fa ceritain ini" datang ke kamar tempatku menyetrika baju sambil membawa buku yang dimaksud.
"Emmm...itu buku cerita kan sudah dibacakan mom berkali- kali, mom yakin mba Fa pasti sudah sangat hafal dan paham dengan ceritanya. Dan mom yakin mba Fa pasti bisa membacakan cerita itu ke Zayyan" jawab saya yang ingin memotivasi Fa supaya ia mau bercerita kepada sepupu saya yang tengah bermain dengannya dan sudah saya ceritakan sebelumnya. Sebenarnya itu adalah bonus dia mau bercerita karena saya tidak ingin tugas negara saya berhenti karena menceritakan buku cerita yang dimaksud oleh Fa. heheee.. Jadi ibarat peribahasa * sambil menyelam minum air*. Alih- alih saya bisa tetap menyetrika juga ingin tau bagaimana keberanian Fa untuk bercerita kepada teman sebayanya dengan media buku cerita bergambar sekaligus ingin tahu kemampuannya untuk menceritakan kembali cerita yang sudah ia dengar. Sekali dayung, dua tiga pulai terlampaui. hahahaa..
Tapi ternyata belum berjalan mulus. Dia termasuk anak yang kurang percaya diri untuk hal seperti ini.
" Tapi mba Fa ga bisa mom..ada pada zaman dahulu mbarang.." sanggahnya dengan masih merajuk meminta saya tetap menceritakannya.
" Mom yakin mba Fa bisa. Kalau bingung pakai pada zaman dahulu, mba Fa bisa ganti dengan kata pada hari Senin atau hari apa yang mba Fa suka" jelas saya dengan terus memberi motivasi padanya.
"Tapi Fa ga tau.." Fa masih belum yakin.
" Pasti bisa. Mudah kok" mom tetap memberinya motivasi sambil terus menyetrika baju.
" Ooohh.. tapi ini siapa namnya? " tanyanya tentang nama- nama tokoh yang ada dalam cerita tersebut.
" Yang putih namanya Kitty dan yang hitam namanya Ketty" jawab mom menyebutkan nama tokoh kucing di dalam bukunya.
" Ooohh...." Fa berlalu dengan membawa bukunya.
Dengan komunikasi yang saya lakukan tersebut saya ternyata tidak langsung menikmati hasilnya. Itu membutuhkan waktu. Dia masih memegang bku ceritanya, tetapi belum juga diceritakan ke Zayyan. Dia masih sibuk membolak- balik halaman buku tersebut. Dan beberapa menit berselang dan kebetulan saya selesai menyetrika, saya mendapatkan kejutan. Saya mendengar Fa mulai bercerita tetapi saya belum tahu dimana dia bercerita sampai saya mendengar ada orang lain yang bertanya ke Fa apa yang tengah ia baca tapi tak dijawabnya karena tengah asyik bercerita. Ketika saya keluar, saya menemuinya tengah berbaring bersama Zayyan membcakan cerita menggunakan bahasanya dan saya lihat Zayyan pun menikmatinya.
Senang sekali saya melihatnya. Saya yakin dia bisa melakukannya, meskipun ketika saya mendengarnya bercerita dengan bahasanya senidri, membuat saya merasa bahagia dan bangga.
Alhamdulillah komunikasi produktif saya dengan Fa bisa menghasilkan sesuatu yang produktif juga bagi Fa.
Semangat sayang... I love you....
Senang sekali saya melihatnya. Saya yakin dia bisa melakukannya, meskipun ketika saya mendengarnya bercerita dengan bahasanya senidri, membuat saya merasa bahagia dan bangga.
Alhamdulillah komunikasi produktif saya dengan Fa bisa menghasilkan sesuatu yang produktif juga bagi Fa.
Semangat sayang... I love you....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar