Sabtu, 15 September 2018

Komunikasi Produktif Hari Kesembilan

Hari ini adalah hari yang membuatku sangat bahagia. Karena apa? bukan karena aku dapat hadiah rumah atau mobil atau uang ratusan juta. Bukaaannn... bukan itu.. Tapi karena ku merasa menjadi ibu paling bahagia. Yaa... bagiku yang paling membahagiakan adalah semua tentang perkembangan anak- anakku.

Pagi hari, seperti biasa aku sibuk dengan dua anak- anakku yang satu cantik dan yang satu ganteng. Karena mba Fa mau mandi pagi, itu karena aku berkomunikasi produktif dengannya. Ku beri dia motivasi supaya mandinya lebih bersemangat.
" Mba Fa, mumpung masih pagi, mba Fa mandi dulu yukk.. kalau mandinya masih jam segini insya Allah pas nanti jam setengah delapan saatnya berangkat rambutnya udah kering, nanti mom bantu kepang rambutnya. mauu?" tawarku kepada Fa supaya mau mandi pagi..
" Yeee... beneran ya mom... nanti rambutnya dikepang, mba Fa mau mandilah.." sahutnya dengan sorak gembira.
Akhirnya Fa pun pergi ke kamar mandi tanpa ada basa- bassi. Yaa..akhir- akhir ini dia sedang sangat menyukai jika rambutnya dikepang. Tiba- tiba dia kembali lagi.
" Mom, mba Fa pengen PUP. " ucapnya sambil menahan sakit perut.
" OOhh.. ya sudah, PUP dulu aja. Nanti tinggal dilanjut mandi" jawabku sambil mendorong kereta bayi Qaf.

Hingga akhirnya jam pun menunjukkan pukul 07.20 WIB dan sudah saatnya ku tepati janjiku untuk mengepang rambut Fa. Karena masih basah sedikit, ku nyalakan kipas untuk mengeringkan rambutnya. Selesailah dikepang, ia pun bersiap berangkat sekolah. Kali ini ku tak bisa menampilkan fotonya dengan rambut kepangnya. Mba Fa sama sekali tidak mau difoto. Sudah ku rayu dan ku bujuk tetap tak ada hasil. Ya sudahlahh..

Menjelang siang setelah ku jemput Fa pulang sekolah, aku memboyong Qaf untuk menemaniku menyetrika baju. Dan seperti biasa, dia ku temani dia sambil menyetrika baju supaya ketika dia buang air ataupun minta ASI ku mudah mengetahuinya. 


Dan setrikaan pun menumpuk. saat ku tengah asyik melakukannya, ku dengar Qaf bergumam, aku pun mendekatinya.

" Dede Qaf pengen mimi ya? Yuukk mimi dulu. " ujarku sambil menggendongnya dan menaruhnya di atas pangkuanku. Selang beberapa menit, dia pun buang air besar dan segera ku bersihkan.
" Dede Qaf PUP ya? iihh.. bauuu.. mom bersihkan ya... " ucapku sambil terus membersihkan kotoran.
Setelah selesai dan sudah bersih ku biarkan Qaf bermain sendiri. 
" Naahh.. dede Qaf sudah wawik, sudah bersih. Mom mau nyetrika lagi. Dede sini aja ya, yang pinter nemenin mom.. Kalau mau bobo, bobo aja ya.. dan tadi udah mimi.. atau kalau mau mainan sendiri latihan miring- miring lagi boleh kokk..insya Allah mom selesai sebentar lagi." jelasku padanya.

Dan ternyata bayiku yang kini berusia hampir 3 bulan pun paham dengan apa yang ku minta tadi. Dia tidak rewel, dia tidak minta selalu ditemani. Dia anteng. Ku lihat dia tidur. Alhamdulillah.. jadi aku bisa melanjutkan menyetrika dengan tenang. Hingga aku selesai menyetrika ku lihat dia sudah bangun dan tengah bermain memiringkan badannya sambil menghisap jari- jarinya.

Alhamdulillah, kedua anakku hari ini begitu menyenangkan. Mereka bisa mengerti dengan apa yang ku inginkan bahkan yang bayi sekalipun. Komunikasi sedari bayi sangat efektif untuk melatihnya mengutarakan keinginan, menerima informasi dari ibunya yang setiap hari menemani.
Tumbuhlah jadi anak- anak yang sholehah dan sholeh ya sayang- sayangkuu..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar