Tiba- tiba bangun, dan langsung bilang " Mom, pelukk..." ucap Fa saat bangun tidur tadi pagi.
Saya mulai heran, ada apa dengannya ko tumben batinku. Mulailah ku selidiki sambil memeluknya sesuai permintaan.
"Tumben mba, bangun- bangun minta peluk. Kenapa?" tanyaku.
" Mba Fa cape" jawabnya singkat.
Ku ingat bagaimana ia tidur malam akhir- akhir ini yang begitu gelisah dan menandakan kalau dia kelelahan. Langsung saja aku beri wejangan kalau dia butuh istirahat cukup terutama siang, yang sudah berkali- kali aku ingatkan tapi tak pernah ia indahkan. Oh, nooo....
" Emmm.. mba Fa cape ya? kayanya karena mba Fa main terus..kalau pulang sekolah kan cape, tuh.. harusnya istirahat dulu, makan, sholat dzuhur, terus bobo siang deh. bangun bobo baru main sebentar. Kalau bobo siang insya Allah ga cape." jelasku mulai panjang kali lebar karena merasa semangat ini saatnya buat mengingatkan dia kembali pada saat yang tepat.
Kulihat tidak ada komentar apapun darinya. Dia hanya mendekap tubuhku sambil menikmati rasa kantuknya.
" Kalau malam, mba Fa tidurnya guling- guling terus. Kadang tiba-tiba bangun minta dipijitin terus tidur lagi.. lucu deh... Biar ga cape lagi, nanti siang pulang sekolah bobo ya.." pintaku penuh harap
Tak ada respon darinya seikitpun. Mungkin dia tengah mencerna dan mengiyakan di dalam hati tentang penjelasanku tetapi malu mengakui. hihiii...Ge- Er.
" Iya, mba Fa sekolah kan cape mom..cape banget tau mom.. " dia mulai bersuara.
" Ya iyalah.. cape..pulang sekolah mainnya ke sawah lagi...nih, kulitnya sampai kaya gini" ku mulai meledeknya. " Terus kalau sekarang cape ga usah sekolah apa?' tambahku ingin menguji keinginannya karena biasanya dia tidak pernah mau jika tidak sekolah.
" Sekolah.." sambungnya.
Akhirnya ku ajak bangun dan sholat.
Siang hari ku jemput dia pulang sekolah. Teringat akan percakapan kami tadi pagi, aku kembali mengingatkan supaya dia mau beristirahat setelah samapai rumah. Dan dengan diskusi agak lama dia pun sudah siap untuk tidur, sudah menyatakan diri bahwa dirinya mengantuk. Waahh...angin segar nihh.. dia mau tidur..Rasanya senang luar biasa, karena ini yang sudah berminggu- minggu ku inginkan, tidur siang sepulang sekolah.
Ternyata semua tidak berjalan sesuai yang ku inginkan. Fa tiba- tiba diajak oleh mbah uti untuk menemani beliau ke rumah mbah buyut Fa. Dan sepulangnya dari sana, drama pun dimulai. Ku ingatkan untuk tidur, dia menciptakan berbagai alibi supaya tidak jadi tidur. Dia mengatakan bahwa kemarin kecapean karena baru lomba di sekolah dan berbagai alasan lainnya..
Oke.. kali ini aku harus tarik nafas panjang karena sepertinya komprod yang kulakukan hari ini berujung pada " kompor" perasaanku. Mulai kesal karena ia tak menepati janji yang katanya 5 menit lagi tapi tau tau entah sudah kemana dia. Mungkin sedang bergembira dengan alam seperti biasanya. Dan ternyata benar samapi sore menjelang ngaji ia tak kunjung tidur. Baiklah, mungkin ku perlu berkomunikasi lebih produktif lagi esok hari. Ada kalanya seorang ibu memang harus teraduk- aduk emosi dan nalarnya saat menghadapi anak. Bagaimanapun sudah menjadi fitrah mereka yang memilih bergerak daripada berdiam diri. Ya... selamat bercengkerama dengan alam sayang.. Tapi ingat, ya, kalau terlalu lama bermain dan cape, tubuh juga bisa kelelahan dan akhirnya sakit. Kalau sakit nggak bisa main lagi deh. Begitu kira-kira yang aku sampaikan kepadanya sebagai senjata pamungkas untuk membuatnya mau beristirahat.
Harapannya bisa upload foto seperti gambar berikut. Tapi ini foto beberapa bulan yang lalu sebelum ia sekolah.
Dia lebih memilih aktivitas lain ...
#Kenapa fotonya gelap yak? ^_^
Saya mulai heran, ada apa dengannya ko tumben batinku. Mulailah ku selidiki sambil memeluknya sesuai permintaan.
"Tumben mba, bangun- bangun minta peluk. Kenapa?" tanyaku.
" Mba Fa cape" jawabnya singkat.
Ku ingat bagaimana ia tidur malam akhir- akhir ini yang begitu gelisah dan menandakan kalau dia kelelahan. Langsung saja aku beri wejangan kalau dia butuh istirahat cukup terutama siang, yang sudah berkali- kali aku ingatkan tapi tak pernah ia indahkan. Oh, nooo....
" Emmm.. mba Fa cape ya? kayanya karena mba Fa main terus..kalau pulang sekolah kan cape, tuh.. harusnya istirahat dulu, makan, sholat dzuhur, terus bobo siang deh. bangun bobo baru main sebentar. Kalau bobo siang insya Allah ga cape." jelasku mulai panjang kali lebar karena merasa semangat ini saatnya buat mengingatkan dia kembali pada saat yang tepat.
Kulihat tidak ada komentar apapun darinya. Dia hanya mendekap tubuhku sambil menikmati rasa kantuknya.
" Kalau malam, mba Fa tidurnya guling- guling terus. Kadang tiba-tiba bangun minta dipijitin terus tidur lagi.. lucu deh... Biar ga cape lagi, nanti siang pulang sekolah bobo ya.." pintaku penuh harap
Tak ada respon darinya seikitpun. Mungkin dia tengah mencerna dan mengiyakan di dalam hati tentang penjelasanku tetapi malu mengakui. hihiii...Ge- Er.
" Iya, mba Fa sekolah kan cape mom..cape banget tau mom.. " dia mulai bersuara.
" Ya iyalah.. cape..pulang sekolah mainnya ke sawah lagi...nih, kulitnya sampai kaya gini" ku mulai meledeknya. " Terus kalau sekarang cape ga usah sekolah apa?' tambahku ingin menguji keinginannya karena biasanya dia tidak pernah mau jika tidak sekolah.
" Sekolah.." sambungnya.
Akhirnya ku ajak bangun dan sholat.
Siang hari ku jemput dia pulang sekolah. Teringat akan percakapan kami tadi pagi, aku kembali mengingatkan supaya dia mau beristirahat setelah samapai rumah. Dan dengan diskusi agak lama dia pun sudah siap untuk tidur, sudah menyatakan diri bahwa dirinya mengantuk. Waahh...angin segar nihh.. dia mau tidur..Rasanya senang luar biasa, karena ini yang sudah berminggu- minggu ku inginkan, tidur siang sepulang sekolah.
Ternyata semua tidak berjalan sesuai yang ku inginkan. Fa tiba- tiba diajak oleh mbah uti untuk menemani beliau ke rumah mbah buyut Fa. Dan sepulangnya dari sana, drama pun dimulai. Ku ingatkan untuk tidur, dia menciptakan berbagai alibi supaya tidak jadi tidur. Dia mengatakan bahwa kemarin kecapean karena baru lomba di sekolah dan berbagai alasan lainnya..
Oke.. kali ini aku harus tarik nafas panjang karena sepertinya komprod yang kulakukan hari ini berujung pada " kompor" perasaanku. Mulai kesal karena ia tak menepati janji yang katanya 5 menit lagi tapi tau tau entah sudah kemana dia. Mungkin sedang bergembira dengan alam seperti biasanya. Dan ternyata benar samapi sore menjelang ngaji ia tak kunjung tidur. Baiklah, mungkin ku perlu berkomunikasi lebih produktif lagi esok hari. Ada kalanya seorang ibu memang harus teraduk- aduk emosi dan nalarnya saat menghadapi anak. Bagaimanapun sudah menjadi fitrah mereka yang memilih bergerak daripada berdiam diri. Ya... selamat bercengkerama dengan alam sayang.. Tapi ingat, ya, kalau terlalu lama bermain dan cape, tubuh juga bisa kelelahan dan akhirnya sakit. Kalau sakit nggak bisa main lagi deh. Begitu kira-kira yang aku sampaikan kepadanya sebagai senjata pamungkas untuk membuatnya mau beristirahat.
Harapannya bisa upload foto seperti gambar berikut. Tapi ini foto beberapa bulan yang lalu sebelum ia sekolah.
Dia lebih memilih aktivitas lain ...
#Kenapa fotonya gelap yak? ^_^


Tidak ada komentar:
Posting Komentar