Jumat, 30 November 2018

Memahami Gaya Belajar Anak Hari ke-3

Dua hari yang lalu Fa berkutat pada melipat kertas. Dan aktivitas ini masih menjadi primadona. Saatnya mom menyediakan kertas lipat yang banyak untuk menggali kreativitasnya.
Dan sepulang sekolah, saya mengajaknya ke toko buku untuk membeli peralatan tempurnya sekaligus beli untuk dipakai di TPQ. Seperti biasa jika saya mengajaknya ke toko buku ia selalu meminta saya membelikan buku cerita bergambar atau buku mewarnai. Dan kali ini dia meminta buku mewarnai yang full colour dan ukuran besar. Sebenarnya mom bisa saja membuatkan gambar hasil searching di google atau mom buatkan manual tapi dia selalu tertarik untuk beli. Sifat konsumtifnya masih jadi PR mom.

Saya akhirnya belikan ia buku mewarnai yang ia minta, kebetulan bertemakan profesi, bisa untuk belajar tentang macam- macam profesi beserta peralatan yang digunakan. Dan sampai rumah? Tak sabar dia langsung mengambil pewarna dan mewarnai gambar koki padahal belum ganti baju seragam😔. Saya ingatkanuntuk bergegas supaya bisa mewarnai lebih bebas..

Dia mewarnai sesuai contoh, namun karena ada beberapa pewarnanya yang sudah patah dan tak bisa digunakan, ia menggantinya dengan warna lain dan alhamdulillah berhasil diwarnai dengan penuh. Great job Fa..🖒 mom selalu mengapresiasi hasil belajarnya karena ini penting bagi perkembangan emosionalnya. 

Usai mewarnai, saya tanya jawab tentang alat yang digunakan koki saat bekerja dengan menyebutkan gambar apa saja yang ada di gambar beserta fungsinya.. alhamdulillah hampir semua dia paham, hanya beberapa yang perlu mom tambahkan seperti ukuran dan bentuk pisau yang berbeda karena fungsinya. Setelah itu, saya mengajaknya untuk bernyanyi lagu " du di dam" lagu zaman mom masih imut- imut😋 dengan gerakan-gerakan lincah ala mom pastinya😁.

Dan hasilnya??? Gaya belajar yang teramati masih seimbang, antara visual saat melihat warna, auditori saat menyebutkan nama- nama alat yang digunakan beserta nyanyian "du di dam" dan juga kegiatan mengolah tangan saat mewarnai dan menirukan gaya mom memasak "oseng-oseng-oseng"😁..

Dan lagu itu terus ia dendangkan sampai menjadi lagu favoritnya karena diulang- ulang terus♫♬♬♫♪⏮▶⏭



#harike3
#tantangan10hari
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP

Memahami Gaya Belajar Anak Hari ke-2

Melipat Aneka Bentuk 

Hari kedua saya membersamai Fa di rumah sebenarnya bisa dibilang kewalahan. Karena apa? Dia lagi keranjingan melipat kawaaan... Pulang sekolah yamg ditanyakan kertas lipat lagi..padahal sudah saya sediakan stamp pad untuk bermain finger print masih saja dia berkutat dengan kertas lipatnya..

Tapi kali ini berbeda, dia membuka-buka buku ketrampilan milik saya yang saya buat saat kuliah dulu yang berisi tentang langkah- langkah melipat berbagai macam bentuk. Dia pun galau ingin membuat yang mana dulu. Akhirnya dia putuskan membuat vas bunga 🌷untuknya, kepala kucing🐺 untuk saya, kepala anjing 🐶 untuk empapnya dan perahu rangkap 🚣untuk adiknya. Dia masih sangat menikmati aktivitas ini. Dia mulai melihat langkah-langkah yang ditampilkan oleh buku saya, saya beri arahan sedikit, kemudian dia melanjutkan sendiri dengan percaya diri.. ahh..kamu mengejutkan nak..you're excellent untuk aktivitas satu ini.. Setelah semua jadi dia menambahkan gambar untuk menyempurnakan karyanya. Dan kembali ia tulis nama kami untuk masing-masing lipatannya. Kali ini ia sudah tidak menanyakan huruf apa saja untuk menuliskan milik empapnya, karena dia ternyata mencontoh kembali tulisan yang sudah kemarin ia buat. Khas sekali visualnya.

Untuk hari kedua ini, gaya belajarnya lebih dominan visual. Auditori ia gunakan ketika mendengarkan arahan saya untuk menyempurnakan lipatannya dan kinestetik ia gunakan ketika harus berpindah- pindah mencari tempat yang nyaman untuk alas melipat. Buku gambar dan lemnya dimana, melipatnya dimana😃😃. Dan setelah aktivitas melipat ini selesai, dia masih tertarik dengan buku ketrampilan saya. Dan masih berlanjut membuat karya seperti yang buku tunjukkan sampai lupa makan  siang kawaann...🍽..akhirnya saya terpaksa "mengistirahatkannya" supaya ia tetap menyayangi tubuhnya agar selalu memberikan hak atas tubuhnya sendiri.


Dan hasilnya......👉  

#harike2
#tantangan10hari
#gamelevel4
#kuliahbunsayIIP








Rabu, 28 November 2018

Memahami Gaya Belajar Anak hari 1

Target anak game level 4 masih si sulung Fa. Qaf masih terlaluunyu-unyu soalnya😁.

Tiba-tiba mba Fa minta kertas origami katanya mau membuat ikan. Baiklah, saya tunjukkan tempatnya. Seketika dia sudah mengambil kertas lipat 2 lembar dan langsung melipatnya membentuk ikan. Kemudian digambarnya sisik di salah satu sisi bentuk ikan tersebut. Dia pun menanyakan ke saya bisa tepuk ikan nggak? Dan ia memperagakan tepuk ikan "👏👏👏 berenang, 🐋🐋berenang, 🐋🐋cari makan..diam.."

Baiklah..saya mengikutinya dan katanya gerakan tangan saya salah 😃😃..saya pun dibuatkan olehnya juga untuk empapnya. Jadilah 4 ikan dengan warna berbeda kemudian ia tempelkan di buku gambarnya..

Serruu..dia bisa melakukannya semua sendiri, hasil belajarnya di sekolah dan ia ulang di rumah. Dia memang selalu tertarik untuk membuat2 sesuatu😚😚




Rabu, 14 November 2018

Meningkatkan Kecerdasan Anak Hari ke-10

Pagi- pagi sekali Fa bangun tidur. Dia langsung turun dari tempat tidur dan mengambil botol bekas air mineral yang sudah disimpan di dalam tas sekolahnya.

Hari itu, Fa diberi tugas oleh gurunya di sekolah untuk membawa 1 botol bekas minuman kosong. Dari ia pulang sekolah memang sudah memberi tahu kepada saya dan botolnya sudah langsung diambil&disimpan di dalam tas tanpa saya suruh. Namun pagi- pagi sekali baru membuka matanya langsung kepikiran botol tersebut. Ternyata eh ternyata, dia sedang merasakan kekhawatiran jikalau ternyata diminta gurunya untuk membawa botol yang sudah dihias. Sesuai pengalaman saya dulu saat masih berkecimpung dalam dunia pendidikan TK, memang sering meminta murid untuk membawa botol bekaa dari rumah untuk kemudian digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah sesuai tema. Sedangkan Fa entah darimana pemikiran itu tiba- tiba merasa harus membawa yang sudah dihias.

Alhasil dia sibuk mencari kertas hias *kertas krep=red* dan lem. Saya sudah memberi penjelasan bahwa botol bekas yang perlu dibawa tetapi dia masih dalam pendiriannya. Baiklah, silakan kamu berkreasi menghias botolmu sendiri ya Fa..mom mimiin ASI dede dulu.

Dan benar, dia mencari kertas krep sendiri dan bertanya kepada saya lem yang harus digunakan yang mana. Saya hanya memberi dia tantangan coba saja pakai lem yang Fa punya bisa atau tidak ( kali ini yang dipunyai memang lem kayu. Sudah pasti bisa). Begitu ia tempelkan ke botol menggunakan lem tersebut ternyata nempe sempurna. Dan dia senang sekali, karena artinya dia bebas berkreasi dengan bahan yang ada. 

Selanjutnya dia meminta saya kertas krep warna lain, dan saya mengeluarkan simpanan kertas krep warna- warni kemudian saya berikan ke dia. Saya pun kembali ke Qaf untuk memberikan haknya.. dan taraaaaa...selesai juga ia menghias botol tersebut dengan tangannya sendiri. Menurut apa yang gurunya jelaskan, botol tersebut akan dipakai untuk membuat celengan.

Dari apa yang saya lihat ketika Fa membuat kreasi botol tersebut, saya merasa dia sudah mulai menyukai dunia kreasi atau kerajinan tangan seperti yang sudah saya stimulasi sebelumnya. Dia sering melihat saya mengutak- atik sesuatu untuk didaur ulang menjadi barang yamg bermanfaat dan hari ini, ia mampu menyelesaikannya sendiri. Dan benar saja begitu sampai di sekolah, memang harus membawa botol kosong dan hanya miliknya yang sudah dihias... mungkin hasilnya terlalu sederhana buat kita tapi buat dia, ini adalah prestasi. Dia punya ide sendiri, eksekusi sendiri dan membereskan kembali alat yang sudah dipakai. Dia juga bangga menunjukkan hasil karyanya ini ke semua orang yang ada di rumah.. tetaplah berkarya Fa semampumu.. Mom dukung selalu di belakangmu.

Minggu, 11 November 2018

Meningkatkan Kecerdasan Anak Hari Ke-9

🍳 Memasak Telur Dadar🍳

Hari ke- 9 tantangan game level 3 saya merupakan hari ahad. Artinya mba Fa libur. Waktu pengerjaan tantangan lebih leluasa. Itu mimpi saya di waktu pagi, karena kenyataannya tidak😭.

Dia sudah mengeluh bosan di rumah terus karena ingin berkunjung ke rumah saudara yang cukup jauh. Padahal pagi sudah berkunjung ke rumah mbah. Sepertinya belum puas dia. Dan kebetulan hari Ahad ini mendung menggelayut dan sore harinya turun hujan cukup deras.

Karena lauk untuk makan sore habis, saya mengajak Fa untuk menggoreng telur dadar yang mudah. Dia meminta mengocok telur tersebut. Saya mengajarinya cara memecah telur, namun dia mengatakn tidak bisa. Baiklah, semoga suatu saat kamu bisa ya Fa.. berhubung dipantau oleh Mbah uti, beliau meminta menambahkan satu telur lagi dari dua telur yang sudah dipecahkan. Entah saya waktu itu sedang apa, lupa. Tiba- tiba saja Fa sudah memecahkan tambahan telur dan sudah tercampur di mangkok.

" Itu mba Fa yang mecahin telurnya? Bisa? " tanya saya menyelidik.
" Bisa mom..dari lubang yang keciiill.." jawabnya sambil memperagakan sesuatu yang kecil dengan tangannya.
" Alhamdulillah sudah bisa ya...terima kasih ya.." puji saya menguatkan kemampuannya.

Saya menambahkan bumbu beserta daun bawang yang sudah diiris lalu dia mengocoknya dengan semangat. Ketika sudah siap semua alat tempur untuk menggoreng, saya mulai menggoreng telur tersebut. Saya menawarkan pada Fa untuk menggorengnya tetapi kali ini belum berani. Alhasil saya yang menyelesaikannya. Ketika mengangkatnya dan meletakkan telur dadar yang sudah matang, saya meminta tolong padanya. Dengan takut - takut dia lakukan itu semua dan alhamdulillah berhasil. Telur dadar tersaji di atas piring dan dia memotong kecil supaya bisa terbagi rata untuk makan kami sekeluarga.





Jumat, 09 November 2018

Meningkatkan Kecerdasan Anak Hari ke-8

               🎭Membuat Topeng Sendiri🎭

Kenapa judulnya sendiri?yaa.. sendiri..Ternyata Fa sudah mempunyai ide dan inisiatif pribadi untuk berkarya. Ini merupakan family project dadakan tanpa rencana. Tadinya sudah sepakat untuk eksekusi kaos kaki bagian dua. Tetapi membuat topeng juga seruuu..

Tiba- tiba dia melihat kertas yang sudah diwarnai dan mengatakan kepada saya, " Mom, ini kan bisa dibuat topeng ya" sambil menunjukkan selembar kertas kepada saya.
" Iya, bisa..tinggal dikasih tali pinggirnya" jawab saya yang berpikir tidak perlu membuat lubang untuk mata, sesuai gambar pada selembar kertas tersebut tanpa lubang mata dan mulut.
" Buat ahhhh..." dia menenteng kertas tersebut kemudian tiba-tiba menemukan sehelai tali rafia yang sudah pas sekali ukurannya untuk kepala.
" Nahh..pakai tali rafia bisa Fa..tinggal tempel di kertas aja.itu talinya dipotong jadi dua buat kanan kiri" jelasku.

Kemudian dia langsung mencari gunting dan lem. Tapi saya mengarahkan untuk tidak memakai lem tetapi isolasi saja. Diambilnya gunting untuk memotong tali rafia sendiri. Saya memberitahu tidak perlu dipotong dibelah saja jadi dua. Dan dia langsung paham kawan😃..

Ketika memulai memasang isolasi, dia kesulitan mencari potongan yang siap digunakan. Maka di sini tugas saya untuk mendampinginya. Saya yang membuka isolasi dan dia yang memotong lalu menempelkannya pada kertas. Setelah kedua talinya terpasang, saya bertanya nanti kalau topengnya dipakai bagaimana? Ga bisa liat dong..ga ada matanya. Dia lalu meminta saya membuat " mata" topeng. Saya menunjukkan langkah- langkah agar ia mudah memahami.

Dan taaarrraaa... sudah jadi...jangan heran ya, ini topeng cuma bentuk kotak polos tanpa bentuk. Dia yang mau, sudah saya beri ide untuk membuat bentuk dia tetap kekeuuhh.. Yo wes lah.. Dan ia pun berinisiatif membuat topeng satu lagi untuk Zayyan( saudaranya). Dan apa yang paling membahagiakan? Dia bisa membuat topeng satu lagi tanpa bantuan saya pemirsaaahh... Fa mengikuti apa yang tadi saya tunjukkan. Masya Allah... Dia sudah terlihat mandiri dalam hal ini. Kemampuan berpikirnya sudah terasah dengan sendirinya. Dan ia juga selalu ingat Zayyan ketika membuat sesuatu, sehingga kemampuan sosial emosionalnya berkembang. Jangan ditanya setelah dua topeng itu jadi. Rumah ramai sekali oleh permainan mereka berdua💃🙌

        

                     



Kamis, 08 November 2018

Meningkatkan Kecerdasan Anak Hari Ke-7

Memanfaatkan Kaos Kaki Bekas Part 1

Hari ketujuh, saya mulai menggiatkan untuk memanfaatkan barang tak terpakai di rumah agar kembali bermanfaat. Dimulai dari kaos kaki bekas. Target saya sesungguhnya kaos kaki Fa, tapi tidak boleh olehnya. Katanya punya Mom saja. Baiklah, punya Mom juga ada yang sudah kendor dan sulit ketika digunakan.

Sebelum membuat sesuatu dari kaos kaki bekas ini, awalnya saya ingin membuatnya menjadi bola-bola kecil supaya bisa buat mainan adiknya, Qaf. Tapi saya ingin menggali kemampuannya mengingat dengan cara mengajaknya untuk melihat video tutorial di channel Youtube. Maka saya mulai melakukan pencarian dengan kata kunci " cara memanfaatkan kaos kaki bekas" dan dapatlah

Setelah menonton, saya dan Fa langsung eksekusi. Dia bersemangat sekali untuk memotong kaos kaki bekas milik saya. Dia mulai menggunting dan ternyata dia kesulitan. Keras katanya 😅. Saya pun membantu menjaga kaos kaki supaya tidak bergerak- gerak. Dan taaarraaa... jadi deh.. Dia langsung membuat 2. Yang satu buat dia, satu lagi buat saya. 


Karena kebesaran di tangannya, saya memintanya untuk memberi lem menggunakan lem uhu.

Jadinya seperti ini👇
Katanya lebih bagus buat sendiri daripada beli😁

Setelah selesai membuat sarung tangan dari kaos kaki bekas, saya memintanya untuk menceritakan langkah- langkah pembuatan dan dia mampu menceritakannya dengan benar kemudian membereskan peralatan pada tempatnya..👏👏


Rabu, 07 November 2018

Meningkatkan Kecerdasan Anak Hari Ke-6

👩 Menjaga Adik Bayi❤

Hari ini sebenarnya family project yang saya lakukan sudah hampir setiap hari dilaksanakan, hanya saja ada yang sedikit berbeda. Ya, sesuai judulnya fampro kami saya tujukan tetap Fa dan kali ini melibatkan adiknya, Qaf.

Ketika waktu sholat maghrib seperti biasa saya meminta Fa untuk menjaga adik bayinya, Qaf. Lalu kami bergantian melaksanakan sholat karena Qaf harus selalu dijaga, terutama saat maghrib tiba. Kali ini saya meminta Fa menjaga adiknya dengan membacakan buku cerita yang buku tersebut terbuat dari kain sehingga tidak takut sobek ketik diremas oleh Qaf. Saya menyiapkan beberapa alternatif permainan khawatir Qaf bosan. Saya melihat Fa begitu menyayangi adiknya dan senang diberi amanah menjaga adiknya dengan cara memangkunya. Dia merasa seperti orang dewasa yang menjaga Qaf. Sebelum saya sholat, saya abadikan dulu momennya😍.

Setelah selesai sholat, ternyata Qaf merengek- rengek dan tidak berhasil ditenangkan oleh Fa. Saya gali apa kesulitannya ketika menjaga Qaf dan bagaimana reaksi Qaf ketika dibacakan cerita oleh Fa? Jawabnya Qaf tetep nangis, Qaf nggak suka. 
" Masa? Qaf tetap menangis ya? Kan biasanya suka kalau sedang ada mba Fa" tanya saya lebih dalam.
" Iya, udah mba Fa klitik- klitikin tetep nggak suka." Tambahnya.
" Kenapa ya, Qaf masih nangis aja?" Tanya saya ingin tahu apakah ia mengenali emosi adiknya.
" Mintanya digendong" jawabnya singkat.

Kali ini, meskipun ia masih belum berhasil menenangkan adiknya, tetapi kecerdasan emosinya terasah. Dia bertanggung jawab terhadap Qaf sesuai pesan saya. Dia juga melatih berpikir apa yang bisa ia lakukan untuk menjaga Qaf tetap tenang dan memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan orang lain serta melatih kemampuan berbahasa menceritakan apa yang ia alami..

Tetap sayang dan bertanggung jawab terhadap Qaf ya Mba Fa..😗😗




Senin, 05 November 2018

Meningkatkan Kecerdasan Anak Hari ke-5


🐟 Menciptakan Bentuk Ikan dengan Plastisin🐟

Hari kelima saya dan Fa membuat family project menciptakan bentuk dari plastisin. Kebetulan plastisin yang saya belikan untuk Fa sudah dicampur semua warnanya. Sehingga semuanya sudah berubah warna menjadi jingga gelap mendekati coklat.

Awalnya saya menggali imajinasinya untuk membuat bentuk tetapi dia malah meminta saya yang membuatnya. Saya ajak membuat ikan yuukk.. saya mulai membentuk bulatan dan dipipihkan untuk membentuk badan ikan berharap dia mengikuti tapi ternyata dia sudah menyerah dan mengatakan tidak bisa. Tak boleh menyerah, akhirnya saya tunjukkan cara mudah untuk membuat bentuk ikan dengan plastisin dengan cara dipipihkan dan dilebarkan terlebih dahulu, lalu menggambar di atasnya menggunakan tusuk sate yang kemudian digunakan untuk memotong plastisin tersebut mengikuti garisnya.

Saya menggambar bentuk hati yang satu berukuran besar dan satu lagi berukuran kecil kemudian digabungkam hingga membentuk badan dan ekor ikan. Lalau menggambarkan sisik- sisik ikan, kepala dan mata. Taaarraaa.. langsung saja Fa mengikuti langkah- langkah yang saya tunjukkan sampai selesai. Dan alhamdulillah berhasil meskipun bentuknya masih belum sempurna tapi kerreeen...

Setelah ikan tersebut jadi, kami gunakan untuk bermain peran dan dia sangat menyukainya. Sampai saya ajak ia berdiskusi tentang Sang Pencipta ikan hingga tempat hidup, cara hidup ikan dan bagaimana ia bergerak. Saya ajak ia bernyanyi sambil menirukan gerakan ikan berenang..
🎶🎶Aku berjalan💃, ikan berenangg🐟... ular melata🐛, burung terbang🕊.. hujan turun⛆.. bunga berkembang🌷...Allah ciptakan karena sayang❤..🎶🎶


*note: tidak ada dokumentasi saat proses pembuatan, karena tangannya lengket dengan plastisin😁


Minggu, 04 November 2018

Meningkatkan Kecerdasan Anak Hari Ke-4

Saya ketiduran pemirsaaahh...😧..belum nulis tantangan ngeloni mbak dan dede malah ikut merem beneran. Yo wes rapopo..yang penting tetep berjalan tantangannya.

Hari keempat saya& Fa membuat fampro media menulis tidak dengan buku pensil atau pulpen. Kami membuat menggunakan kardus bekas susu, kertas manila warna hitam jugà bedak beserta terigu.. ini supaya memberi pengalaman yang berbeda buat Fa.

Saya memulai dengan meminta Fa mengukur kardus sisi panjang dan lebar, kemudian memindahkan ukuran tersebut ke kertas manila lalu digunting. Dia yang menggunting. Setelah digunting, saya menyayat satu sisi kardus menggunakan cutter sehingga terbuka semua. Dan melanjutkan dengan meletakkan potongan kertas hitam tadi di kardus. Dan selesai... tinggal bedak ditaburkan di atasnya, kemudian menggantinya dengan terigu. Kenapa dua bahan? Ingin membedakan mana yang lebih efektif dan tidak bersifat mubadzir.

Bedak kebetulan sudah lama& memang masih ada sedikit sekali, jadi bisa langsung dibuang. Ketika memakai terigu Fa pun takut ketika membuangnya katanya eman-eman.. alhamdulillah dia belajar tentang mubadzir. Dan saya menjelaskan kenapa tadi memakainya sedikit dan ini dilakukan sekali saja supaya Allah tidak marah. Kita cari yang lebih menyenangkan& tidak memubadzirkan sesuatu.

Ketika membuat tulisan dan gambar di atasnya, ia mengungkapkan perasaannya bahwa ia ingin mengakhiri kegiatan tersebut. Katanya permainannnya sedikit seru mom, tapi Fa nggak suka. Harus cuci tangan terus. Baiklah Fa, kita cari lagi permainan yang lain ya..😊

Dari sini ia belajar banyak hal, mengenal lebih dekat tentang sifat Allah, mengenali perasaan dan mengungkapkannya, belajar mengukur menggunakan penggaris, lalu menggunting dan belajar menghadapi tantangan ketikà akan menulis membawa bedak& terigu ke tengah&terkumpul sempurna sebagai media tulisan..

 





Sabtu, 03 November 2018

Meningkatkan Kecerdasan Anak Hari Ke-3

🍮 Fun Cooking Membuat Agar-agar🍮

Hari ketiga tantangan, saya bersama Fa dan Qaf membuat agar-agar nutr***ll rasa buah. Fa begitu antusias karena ini salah satu makanan favoritnya.

Langsung saja kami bertiga menuju dapur menyiapkan peralatan. Fa yang membuka bungkus agar-agar lalu menuangkannya di panci, kemudian menambahkan gula 1 sendok sayur dan mengambil air sebanyak 2 gelas. Semua di bawah arahan saya. Dia mengaduknya lalu meletakkan panci di atas kompor. Dia menawarkan diri untuk menyalakannya tetapi setelah 1 kali mencoba tidak berhasil, dia ketakutan tapi akhirnya saya bimbing tangannya. Begitu api menyala, dia mengaduk-aduk adonan agar-agar tadi. Seharusnya sih tidak boleh berhenti tapi dia kelelahan kawan...😁😁. Bergantianlah kami mengaduknya. Saya baru ingat, belum membimbingnya untuk membaca basmallah😔. Maka saya mengajaknya membaca basmallah agar dilindungi Allah selalu ketika memasak sampai selesai.. Akhirnya iapun tak sabar ingin mengakhiri proses pengadukannya berharap sudah matang. Saya jelaskan bahwa tanda sudah matang adalah airnya mumbluk- mumbluk. Dia bertanya apa itu mumbluk-mumbluk?😅 dan menyimpulkan sendiri keluar balon ya mom? Naaahh.. itu dia..😍😍

Akhirnya sudah mendidih, saya yang mengangkatnya dari atas kompor lalu saya tawari dia untuk menuangkannya ke cetakan. Alhamdulillah berinisiatif memakai sendok sayur yang dipakai untuk mengaduk tadi. Saya padahal tidak terpikirkan untuk hal demikian. Masya Allah..dituangkannya ke cetakan pelan-pelan, sedikit demi sedikit sampai selesai. Saya pun yang bertugas menaruh stik es krim sebagai pegangan ketika sudah jadi. Daaan....taaaraaa... agar-agar nut****ll Fa sudah jadi.. alhamdulillah untuk memasak kali ini dia sudah berani ketika menggunakan kompor. Biasanya dia takut panas atau takut kecipratan. Daaaann... baru saja mengental sudah menjadi agar-agar padahal masih hangat, langsung dilahapnya😍😍.. Dan adiknya Qaf hanya mendapat bagian sebagai supporter saja yang cukup asyik memandangi kami beraktivitas dari bouncernya😘😘.






Jumat, 02 November 2018

Meningkatkan Kecerdasan Hari Kedua


🌻 Membuat Tuding Ngaji 🌻

Family project keluarga kami sudah saya rencanakan untuk berkegiatan bersama dalam hal membuat kreativitas dalam bentuk apapun dan dengan cara yang menyenangkan tentunya.. Fa usia 5 tahun 5 bulan selalu ingin ikut serta ketika Mom melakukan apapun apalagi jika itu baru dan ia belum pernah ikut terlibat sebelumnya. Dia seperti ini dari semenjak bayi usia 1 tahunan.

Dan hari ini, ketika sepulang sekolah dan saya menjemputnya, saya diskusikan apa yang akan kami lakukan siang ini. Dan ia begitu bersemangat. Kami akan membuat tuding ngaji dari bahan flanel sebagai hadiah untuk seorang temannya di sekolah yang bernama Riska. Kenapa? Karena Riska adalah pelanggan Fa yang sudah dua kali membeli sticky notes yang dijual oleh Fa dengan harga yang fantastis... berapa? Seribu dua ribu. Berapa lembar? Seribu 2 lembar dan dua ribu 4 lembar..😂😂 mahal sekali. Kata Fa " gapapa mom, Riskanya mau". Dan uang hasil jualannya itu ia belikan makanan ringan dan yang seribu untuk infaq di sekolah. Sebagai orang tua, saya merasa bersalah. Karena transaksi ini serasa kita beli cabe sepulub ribu tapi cuma dapet 2 biji😁. Tapi saya senang, putriku punya inisiatif sendiri untuk berjualan dan ia lakukan semuanya sendiri. Ditatanya sticky notes di bukunya berjajar, sehingga temennya bebas mau pilih yang mana. Jadinya? Kaya bekas donng..😅 Sudah saya arahkan tapi dià sudah nyaman dengan cara dan gayanya. Dan saya  putuskan akan beri Riska hadiah yang dibuat oleh kami berdua.



Saat eksekusi, dia akan membuat 3 buah. Untuknya, untuk Riska dan untuk saudaranya yang di rumah hampir setiap hari ( Zayyan). Saya yang mengarahkan dia untuk menyiapkan alat dan bahan dan memutuskan karakter apa yang akan dia buat. Di sini terjadi kegalauan yang mendalam. Dia sudah mengubah piihan karakternya entah berapa kali. Hingga akhirnya diputuskan membuat bentuk pita ungu untuknya, bunga kuning untuk Riska dan beruang untuk Zayyan.

 


Dia yang menjiplak bentuk gambar di atas kain flanel lalu mengguntingnya. Hasilnya? Jangan ditanya...menjiplak dan menggunting di atas kain flanel itu tidak mudah kawan.. saya yang menyempurnakannya. Dia juga termotivasi untuk menempelkan dua sisi bentuk yang sudah dipotong menggunakan lem tembak. Akhirnya dia bisa menaklukkan ketakutannya melawan panasnya lem tembak jika terkena kulit. Dia mulai bisa mengontrol penggunaannya. Dan setelah semua selesai, bahagia dan bangga. Meskipun bentuk pita miliknya jadi sedikit dipertanyakan karena jadi ada mata, mahkota dan sayap😆😆. Saya apresiasi apa yang sudah ia lakukan. Saya bertugas saat finishing saja.
 


Mom bangga kepadamu Fa. Emosimu, pikiranmu, keberanianmu untuk menghadapi tantangan terlatih dengan penuh kegembiraan. Tak lupa senantiasa bersyukur atas tuding yang sudah terbuat dengan tangan sendiri. Proud of you Fa😗😗

Kamis, 01 November 2018

Meningkatkan Kecerdasan Anak Hari ke-1

Membuat Jadwal Piket Untuk TPQ

Alhamdulillah sudah masuk game level 3 dengan tema meningkatkan kecerdasan anak. Untuk tantangan kali ini harus bisa lebih baik dari tantangan sebelumnya, memperbaiki semuanya. Semangaattt...

Hari pertama sebenarnya galau, karena saya tak punya banyak waktu bersama si sulung Fa. Kebetulan pulang sekolah saya tengah menyetrika baju sampai dzuhur. Saya selesai, Fa istirahat, tidur siang. Alhamdulillah saya bisa menemaninya tidur lebih tepatnya mengantarnya tidur yang dalam bahasa Jawanya ngeloni. Dan ketika dia bangun ada dua saudaranya yang tengah di rumah dan ini menandakan waktu saya bersamanya semakin sedikit karena seperti biasa dia akan lebih memilih mereka untuk bermain bersama daripada saya. Ya wes... saya rencanakan selepas maghrib saja family project bersamanya. 

Eh tapii... alhamdulillah masih rezeki.. sore hari belum kami berangkat ke TPQ, saya tengah menyelesaikan pembuatan jadwal piket santri untuk dipajang di TPQ sehingga semua bisa mengakses siapakah yang bertugas hari itu. Karena sudah masuk tahap penyelesaian dari cicilan kerjaan hari kemarin, saya hanya menempelkan kertas untuk membuat tulisan hari untuk kemudian menuliskannya. Dan ketika Fa masuk kamar dan melihatku tengah berkutat dengan kertas, pulpen dan lem ia langsung mendekatiku. Dia selalu ingin bisa merasakan apa yang tengah momnya kerjakan. Ia pun meminta izin untuk menuliskan nama- nama hari tersebut. Langsung saja saya beri dia kesempatan. Dia tengah senang belajar menulis kata- kata. Maka saya pun memintany untuk menempelkan kertasnya terlebih dahulu, lalu menuliskan huruf per huruf untuk membentuk sebuah kata. Kebetulan piket dilaksanakan selama dua minggu sekali, dan saya punya kesempatan menuliskan nama- nama hari di minggu 1 dan dia hanya menyalinnya di minggu kedua. 

Dari apa yang saya kerjakan bersama Fa hari ini, saya bisa meningkatkan kecerdasan Fa dalam hal emosi dengan bekerja sama dengan saya, meningkatkan kecerdasan dalam berpikir melalui kegiatan menulis dan kemampuan menghadapi tantangan ketika dia harus menulis di atas kertas yang masih basah dengan lem dan mleberr tulisannya ...heheheee...
Semangat untuk kembali belajar dan bermain di hari esok bersama mom Fa.....