Jumat, 02 November 2018

Meningkatkan Kecerdasan Hari Kedua


🌻 Membuat Tuding Ngaji 🌻

Family project keluarga kami sudah saya rencanakan untuk berkegiatan bersama dalam hal membuat kreativitas dalam bentuk apapun dan dengan cara yang menyenangkan tentunya.. Fa usia 5 tahun 5 bulan selalu ingin ikut serta ketika Mom melakukan apapun apalagi jika itu baru dan ia belum pernah ikut terlibat sebelumnya. Dia seperti ini dari semenjak bayi usia 1 tahunan.

Dan hari ini, ketika sepulang sekolah dan saya menjemputnya, saya diskusikan apa yang akan kami lakukan siang ini. Dan ia begitu bersemangat. Kami akan membuat tuding ngaji dari bahan flanel sebagai hadiah untuk seorang temannya di sekolah yang bernama Riska. Kenapa? Karena Riska adalah pelanggan Fa yang sudah dua kali membeli sticky notes yang dijual oleh Fa dengan harga yang fantastis... berapa? Seribu dua ribu. Berapa lembar? Seribu 2 lembar dan dua ribu 4 lembar..😂😂 mahal sekali. Kata Fa " gapapa mom, Riskanya mau". Dan uang hasil jualannya itu ia belikan makanan ringan dan yang seribu untuk infaq di sekolah. Sebagai orang tua, saya merasa bersalah. Karena transaksi ini serasa kita beli cabe sepulub ribu tapi cuma dapet 2 biji😁. Tapi saya senang, putriku punya inisiatif sendiri untuk berjualan dan ia lakukan semuanya sendiri. Ditatanya sticky notes di bukunya berjajar, sehingga temennya bebas mau pilih yang mana. Jadinya? Kaya bekas donng..😅 Sudah saya arahkan tapi dià sudah nyaman dengan cara dan gayanya. Dan saya  putuskan akan beri Riska hadiah yang dibuat oleh kami berdua.



Saat eksekusi, dia akan membuat 3 buah. Untuknya, untuk Riska dan untuk saudaranya yang di rumah hampir setiap hari ( Zayyan). Saya yang mengarahkan dia untuk menyiapkan alat dan bahan dan memutuskan karakter apa yang akan dia buat. Di sini terjadi kegalauan yang mendalam. Dia sudah mengubah piihan karakternya entah berapa kali. Hingga akhirnya diputuskan membuat bentuk pita ungu untuknya, bunga kuning untuk Riska dan beruang untuk Zayyan.

 


Dia yang menjiplak bentuk gambar di atas kain flanel lalu mengguntingnya. Hasilnya? Jangan ditanya...menjiplak dan menggunting di atas kain flanel itu tidak mudah kawan.. saya yang menyempurnakannya. Dia juga termotivasi untuk menempelkan dua sisi bentuk yang sudah dipotong menggunakan lem tembak. Akhirnya dia bisa menaklukkan ketakutannya melawan panasnya lem tembak jika terkena kulit. Dia mulai bisa mengontrol penggunaannya. Dan setelah semua selesai, bahagia dan bangga. Meskipun bentuk pita miliknya jadi sedikit dipertanyakan karena jadi ada mata, mahkota dan sayap😆😆. Saya apresiasi apa yang sudah ia lakukan. Saya bertugas saat finishing saja.
 


Mom bangga kepadamu Fa. Emosimu, pikiranmu, keberanianmu untuk menghadapi tantangan terlatih dengan penuh kegembiraan. Tak lupa senantiasa bersyukur atas tuding yang sudah terbuat dengan tangan sendiri. Proud of you Fa😗😗

Tidak ada komentar:

Posting Komentar