Sabtu, 08 Desember 2018

Memahami Gaya Belajar Anak Hari ke-10

The Power of Lidi

Maafkan jika judulnya kacau😁. Tapi itu kenyataannya. Hari ke- 10 ini, meskipun akhirnya loncat di hari terakhir, tak menyurutkan semangat saya untuk membuat laporan😊.

Dari media lidi ini saya dan Fa bermain bersama. Awalnya saya memintanya untuk mengambil 1 batang lidi dari sapu tebah atau sapu kasur. Kemudian,  saya potong-potong dengan 4 ukuran yang berbeda. Dan saya meminta Fa untuk mengurutkan lidi tersebut dari yang paling pendek sampai yang paling panjang. Dan alhamdulillah dia bisa, berhasil👏👏.


Selanjutnya saya memotong- motong nya menjadi lebih pendek. Saya mengajak Fa untuk memotong lidi ini tetapi dia tidak mau, katanya tidak bisa, lebih tepatnya sudah mengantuk kawaann..😂..

Saya meminta Fa untuk menghitung lidi yang sudah dipotong berapa jumlahnya. Ternyata baru 7. Saya menanyakan kalau Mom ingin buat 10 berarti kuranv berapa? Dijawabnya 3..👏👏 bettuuulll...💯

Kemudian saya memberinya soal cerita untuk melatih kemampuan penjumlahan dan pengurangan. Biasanya sudah lebih dari 10 angkanya tetapi karena ini menggunakan konsep, jadi sampai 10 saja supaya dia lebih paham. Selesai memberinya soal cerita dan sudah dapat jawabannya, saya memintanya untuk menyusun lidi- lidi tersebut menjadi bentuk angka. Dan ia bisa, jadi mengenalkan konsep jumlah dari sebuah angka sekaligus melambangkan angka dengan media.. Dan Fa sangat menikmati permainan ini.. Dia sampai mengungkapkan ekspresinya bahwa "permainannya seru". Dia tidak berasa sedang belajar. Dia yang tadinya sudah mengantuk ria pun mengungkapkan " nggak ngantuk Mom..tadi meledek tok ngantuknya" 😂😂 ada gitu, ngantuk meledek😁.

Kami bermain dan belajar dengan semangat, apalagi adiknya semangat sekali... Apa saja yang kami pegang, dia ingin ikutan memegangnya. Jadi tambah seru, menjauhkan Qaf dari media sambil membersamai Fa belajar sambil bermain..

Dari permainan ini, Fa menggunakan gaya belajar kinestetik yang lebih dominan dan gaya belajar auditori dengan mendengarkan instruksi saya serta visual ketika menghitung jumlah lidi.



#harike10       #tantangan10hari
#gayabelajaranak        #kuliahbunsayIIP


Jumat, 07 Desember 2018

Memahami Gaya Belajar Anak Hari ke-9

Aku Anak Sholehah

Tanpa sengaja saya bersama Fa tengah tiduran di kasur sambil mengantar adeknya tidur, kami bermain tepuk- tepukan. Dia bercerita bahwa di sekolahnya tepuk dan nyanyian banyak sekali. Dia pun meminta saya untuk menyebutkan tepuk apa yang saya inginkan. Saya menyebutkan tepuk bebek, lalu dia nyanyikan dan tepuk. Saya meminta tepuk badut, dia memperagakan. Dari sini ia banyak belajar hal. Dia yang memang senang bermain tepuk dan menyanyi, jadi tepuk- tepuk dan nyanyian akan membuatnya tertarik. Auditori punyaa ..😁

Sampai tiba saatnya dia menyanyikan tepuk anak sholeh, saya pun bercerita kalau tepuk anak sholeh di sekolah saya dulu sedikit berbeda dan saya memperagakan. Setelah saya peragakan, ia pun berkomentar " ih..bagus banget tepuknya..". Saya mulai mengajaknya diskusi tentang anak sholeh versi tepuk. Saya sisipkan pesan- pesan islami. Dan sedikit membicarakan tentang berenangnua kemarin yang ia diisengi oleh seorang temannya. Saya menanyakan apakah iseng termasuk anak sholeh? Katanya bukan. Dia langsung bercerita bagaimana biasanya di sekolah. Saya pun jadi pendengar setianya kali ini. Hingga akhirnya saya tanyakan temannya tersebut meskipun suka iseng pasti ada sifat baiknya juga. Ayo sebutkan... Dan akhirnya terucapkan cerita kalau Fa tidak pernah diisengi di sekolah..😊

Alhamdulillah saya dan Fa belajar bersama tentang anak sholeh dan saya menyisipkan kata- kata harapan agar Fa bisa menjadi anak Mom yang sholehah.aamiin..

Dari kegiatan diskusi kami hari ini Fa mengembangkan gaya belajar auditori paling dominan dan kinestetik ketika bermain tepuk- tepuk..

#harike9
#tantangan10hari
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP

Kamis, 06 Desember 2018

Memahami Gaya Belajar Anak Hari ke-8

Belajar dalam Kehidupan

Hari ini mbak Fa ada jadwal berenang di sekolah. Dan Mom yang berkesempatan mengantarnya dan menemaninya selama proses berenang berlangsung. Mom tak ingin menyia-nyiakan momen ini. Mom memilih membersamainya dengan menaiki kereta odong- odong yang sudah disediakan oleh sekolah. Tentu saja ini menjadi momen tepat Mom dan Fa untuk belajar di kehidupan nyata dengan dunia sekitar lebih dalam. Biasanya kami berdua pergi menggunakan sepeda motor Mom kurang fokus ketika ia mengajak saya diskusi. Konsentrasi saya mengendarai motor jadi berkurang😎.

Ketika perjalanan berangkat menuju ke kolam renang saya mengajaknya diskusi tentang tempat- tempat yang kami lewati, terutama mengingat- ingat nama- nama tempat yang biasa kami kunjungi. Sesampainya di kolam renang ia sangat antusias karena momen berenang adalah momen yang selalu ditunggu- tunggu olehnya. Sudah berapa kali meminta saya menemaniny berenang secara pribadi tapi saya belum bisa meninggalkan Qaf di rumah tanpa alasan. Baiklah..ketika berenang, saya mengawasinya dan mengingatkan kembali teknik yang pernah beberapa bulan lalu saya ajarkan kepadanya. Dan alhamdulillah untuk pertama kalinya saya melihatnya berani untuk terjun ke air bersama teman- temannya yang biasanya cuma melipir di pinggiran kolam. Saya mengingatkan bagaimana cara mengepakkan kaki untuk modal dasar berenang untuknya dan alhamdulillah berhasil. Ia meluncur dengan kepakkan kakinya dengan masih menggunakan pelampung. Dia sangat menikmati. Bahkan ia yang terakhir naik untuk mandi setelah berenang😁😁. Good job Fa.. hari ini kamu berhasiill..

Sepulangnya, kami berputar berkeliling desa masih menggunakan kereta odong- odong. Daerah yang kami lewati merupakan daerah baru baginya. Saya mengenalkan lapangan tembak bagi para tentara, tower, puskesmas, dan banyak lagi.
Dan yang paling berkesan baginya adalah lapangan tembak. Saat saya mengevaluasi hasil kergiatan tadi, lapangan tembak🎯.

Dari kegiatan hari ini, Fa menggunakan gaya belajar visual, auditori. 


#harike8
#tantangan10hari
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP

Rabu, 05 Desember 2018

Memahami Gaya Belajar Anak Hari ke-7

Bermain Fingerprint

Memberikan ragam aktivitas untuk anak dapat memberi pengalaman yang berbeda dalam setiap tahap pembelajaran anak. Dan kali ini, saya mengajak Fa bermain fingerprint untuk mengasah kemampuan motorik halusnya dan daya imajinasinya dalam menggambarkansuatu objek. Dan juga sebagai sarana untuk melatihnya menulis nama dari apa yang ia gambarkan yang memang sudah dia lakukan dalam beberapa aktivitas setiap harinya.

Dengan alat stamp pad berwarna ungu, Fa dengan asyiknya menempelkan jari- jarinya ke stamp pad kemudian ia cetak di lembaran bukunya lalu menggambarkan sesuatu untuk menyempurnakan objek gambarnya. Dia terlihat menikmati. Bahkan yang ia buat pun beragam. Dari sini ia belajar struktur bentuk hewan🐰🐌🐝🦀🐸, jumlah kaki, dan ia pun mengulang apa yang pernah dinyanyikan di sekolah tentang habitat hewan- hewan yang ia gambarkan. Ia memperagakan bentuk lubang kelinci, sarang lebah yang Mom tidak bisa menghafalnya langsung😁..syusyaaahh.faktor U sepertinya🤗. Fa pun mengasah kemampuannya dalam menulis nama hewan-hewan atau tanaman yang ia buat✏.


  • Dalam prosesnya ia menggunakan gaya belajar visual dengan melihat bentuk sesungguhnya melalui internet yang saya tunjukkan melalui handphone📱, ia juga menggunakan auditorinya untuk menyebutkan nama- nama gambar yang ia buat dan menyanyikan lagu habitat hewan serta menggunakan kinestetiknya ketika bermain fingerprint dan memperagakan bentuk- bentuk rumah hewan dengan tangannya.



#harike7 #tantangan10hari
#gayabelajar #kuliahbunsayIIP



Selasa, 04 Desember 2018

Memahami Gaya Belajar Anak Hari ke-6

Menulis Benda bagian 2

Hari ke-6 masih berkegiatan menulis. Sesungguhnya karena cuaca tengah hujan di luar.. Dan Fa tiba- tiba meminta saya membuatkan satu set peralatan dapur dari kardus bekas. Saya pun mengiyakan. Dan supaya lebih bermakna pembuatan miniatur alat dapurnya maka selesai pembuatan harus ditulis nama di setiap miniaturnya. Dan Fa menyetujuinya.

Seperti biasa, saya melibatkan Fa. Saya yang merancang dengan memotong- motong kardus, dia yang memberi lem kemudian menempel serta menyusunnya dengan sempurna. Alhamdulillah Fa menikmati proses ini. Dia bisa langsung mengerti cara menyusun potongan - potongan yang saya buat hingga menjadi bentuk sempurna. Dia juga paham alat yang biasa dipakai di dapur.

Setelah selesai, dia menuliskan nama dari masing- masing miniatur. Untuk menulis perlu pendampingan dan bimbingan, sehinģga stimulasi kegiatan menulis dibuat berbeda semenarik mungkin





Dari kegiatan ini dapat diamati bahwa Fa masih menggunakan ketiga gaya belajar. Visual dalam menyusun potongan menjadi bentuk sempurna, auditori ketika mendengar arahan dari mom dan kinestetik ketika menempel serta menyusun bagian- bagian menjadi bentuk alat dapur sempurna.. Semangat untuk selanjutnya Fa..😘

#harike-6
#tantangan10hari
#gayabelajar
#kuliahbunsayIIP

Senin, 03 Desember 2018

Memahami Gaya Belajar Anak Hari ke-5

📖Membaca dengan menggali pengalaman 📖

Belajar bagi anak bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Seperti sore ini, Fa menemukan secarik kertas punya mom yang bertuliskan nama- nama santri TPQ.

Ia menanyakan ke mom "ini sih bacaannya apa mom?" Sambil menyodorkan kertaa tersebut. Mom tidak mau memberi tahu begitu saja, tapi justru mom memberi umpan balik. " Coba kamu yang baca, bacaannya apa "..

Akhirnya Fa pun mengeja, menyebutkan huruf satu per satu. " S, r, i. Bacanya apa mom?" Kali ini mom memberi tahu langsung karena dia belum paham membaca dengan susunan huruf konsonan ganda seperti itu. Akhirnya ia tahu bahwa s r i itu bacanya Sri. Karena di bawah nama tersebut ia menemukan bacaan yang sama, Sri. Tentu saja dia langsung paham bahwa S r i adalah Sri. Itu adalah nama ustadzahnya di TPQ.

Masih berlanjut membaca, ia kemudian membaca nama- nama santri TPQ yang ada di secarik kertas tersebut. Ketika menemukan huruf berakhiran konsonan tunggal, dia bisa langsung membaca dengan benar kadang tidak. Tetapi dari sini saya mengamati bahwa proses belajar membaca Fa lebih mengandalkan auditorinya, yaitu dengan membunyikan semua huruf.. Setelah itu ia mengandalkan visual untuk melihat bentuk- bentuk huruf. Membaca baginya jika kata tersebut tidak asing dan sering ia dengar dan sudah akrab di telinga dapat ia serap dengan mudah. Seperti membaca nama teman- temannya saat itu. Kata Farah dapat ia baca langsung, Sovia meskipun ia sempat mwmbaca " sova" karena dia menggunakan ingatan dan nalarnya ia bisa memperbaiki bahwa seharusnya dibaca Sovia. 

Itulah proses belajar Fa hari ini. Kali ini tanpa gambar karena saat proses belajar tersebut Mom tengah " berolahraga" bersama Qaf yang terus bergerak ke sana kemari. Mom mengandalkan auditori untuk membersamai Fa belajar😁😁😎😎.

#harike5
#Gayabelajaranak
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10hari

Minggu, 02 Desember 2018

Memahami Gaya Belajar Anak Hari ke-4

Hari ke-4 bertepatan dengan hari Ahad yang artinya hari libur untuk Fa. Pagi-pagi sekali mom sudah memberitahukan bahwa hari ini kita akan bermain dan belajar👏👏.

Tapi ternyata pagi- pagi sekali juga dia sudah berkunjung ke tempat Mbahnya dan dia di sana sampai siang. Mumpung hari libur, kali ini mom mengizinkan.

Siang sepulang dari sana mom mengingatkan apakah hari ini sudah belajar? Ia pun teringat akan janji bersama hari ini. Ia langsung meminta kegiatan menulis. Memang biasanya saat membersamai Fa belajar, ia yang menentukan jenis kegiatannya, karena mom tidak ingin memaksa. Biarlah keinginan untuk bisa tumbuh dari dalam dirinya sendiri. Tugas mom memotivasi, membimbing, memfasilitasi dan membersamainya dalam setiap tahap keingintahuannya.

Dan Fa pun langsung mengambil alat tulis dan buku gambar. Ia menunjukkan hasil melipat ikan yang sudah ia beri label nama ikan tanpa bantuan. Dan kali ini, ia meminta saya mengajarinya menulis nama- nama dari bentuk hasil melipatnya kemarin. Ada bentuk rumah, kucing, mobil dan gunting. Seperti yang mom ceritakan sebelumnya, Fa tengah menyukai kegiatan melipat ini. 

Satu per satu ia mulai memberi label nama dimulai dari bentuk gunting. Saat menulis seperti ini saya biasa menstimulasinya dengan cara auditori, yaitu memperdengarkan bunyi- bunyi setiap huruf. Tetapi kali ini mom memanfaatkan kartu yang beberapa hari terakhir mulai digunakan untuk belajar membaca. Seperti menulis kata " rumah", mom melatihnya untuk mengeja per suku kata. Dari suku kata "ru" yang ia tahu biasanya cuma huruf r tanpa u. Mom memintanya mencari kartu baca "r" dan mencari bacaan "ru". Ternyata ini lebih memudahkan Fa untuk belajar menulis, karena Fa memang baru bisa membaca suku kata hidup. Mom lakukan metode ini sampai keempat bentuk gambar melipat selesai diberi nama.

Dalam observasi kali ini, Fa lebih banyak menggunakan auditorialnya untuk mendengarkan bunyi huruf, lalu visualnya untuk melihat penulisan hurufnya.
Selesai menulis keempatnya dan tanpa mom sadari yang tiba- tiba harus mengASIhi Qaf , semua peralatannya sudah tertata rapi di rak buku. Itu tandanya Fa mengakhiri kegiatan menulis ini. Baiklah..semangat💪💪 untuk seterusnya..