Senin, 03 Desember 2018

Memahami Gaya Belajar Anak Hari ke-5

๐Ÿ“–Membaca dengan menggali pengalaman ๐Ÿ“–

Belajar bagi anak bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Seperti sore ini, Fa menemukan secarik kertas punya mom yang bertuliskan nama- nama santri TPQ.

Ia menanyakan ke mom "ini sih bacaannya apa mom?" Sambil menyodorkan kertaa tersebut. Mom tidak mau memberi tahu begitu saja, tapi justru mom memberi umpan balik. " Coba kamu yang baca, bacaannya apa "..

Akhirnya Fa pun mengeja, menyebutkan huruf satu per satu. " S, r, i. Bacanya apa mom?" Kali ini mom memberi tahu langsung karena dia belum paham membaca dengan susunan huruf konsonan ganda seperti itu. Akhirnya ia tahu bahwa s r i itu bacanya Sri. Karena di bawah nama tersebut ia menemukan bacaan yang sama, Sri. Tentu saja dia langsung paham bahwa S r i adalah Sri. Itu adalah nama ustadzahnya di TPQ.

Masih berlanjut membaca, ia kemudian membaca nama- nama santri TPQ yang ada di secarik kertas tersebut. Ketika menemukan huruf berakhiran konsonan tunggal, dia bisa langsung membaca dengan benar kadang tidak. Tetapi dari sini saya mengamati bahwa proses belajar membaca Fa lebih mengandalkan auditorinya, yaitu dengan membunyikan semua huruf.. Setelah itu ia mengandalkan visual untuk melihat bentuk- bentuk huruf. Membaca baginya jika kata tersebut tidak asing dan sering ia dengar dan sudah akrab di telinga dapat ia serap dengan mudah. Seperti membaca nama teman- temannya saat itu. Kata Farah dapat ia baca langsung, Sovia meskipun ia sempat mwmbaca " sova" karena dia menggunakan ingatan dan nalarnya ia bisa memperbaiki bahwa seharusnya dibaca Sovia. 

Itulah proses belajar Fa hari ini. Kali ini tanpa gambar karena saat proses belajar tersebut Mom tengah " berolahraga" bersama Qaf yang terus bergerak ke sana kemari. Mom mengandalkan auditori untuk membersamai Fa belajar๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž.

#harike5
#Gayabelajaranak
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10hari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar