Tampilkan postingan dengan label Kuliah Bunda Sayang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah Bunda Sayang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Juli 2019

Mendongeng day 1

🐝 Membangun Karakter Anak lewat Dongeng🐝

👧Day 1

Malam menjelang tidur, waktu yang tepat untuk mendongeng. Saat mba Fa dan adik Qaf sudah siap merajut alam mimpi😍.

Suatu hari, seorang anak usia 6 tahun bernama Sarah tiba- tiba merasakan sakit perut. Ibunya menyelidik ada apa yang salah dari Sarah sehingga sakit perut dan diare. 🤔

" Ibu, perut Sarah sakit.. mau BAB.." rintih Sarah tiba- tiba sambil berlalu ke toilet untuk mengeluarkan hajatnya.
Dan itu berlangsung lama. Tak lama, Sarah sudah 5 kali masuk toilet.
"Sarah, ibu buatkan oralit ya, nanti baru kita ke puskesmas supaya diperiksa oleh dokter. " ucap Ibu sambil membawa Sarah ke dapur.
" Oralit itu apa bu? " tanya Sarah sambil meringis kesakitan.
" Oralit itu larutan gula dan garam yang bisa diminum ketika Sarah buang- buang air terus. Insya Allah bagus supaya badan Sarah tidak kehabisan air karena BAB terus." jawab Ibu sambil membuat oralit dan menuangkan air panas ke dalam gelas.
" Tapi ga enak bu.. Sarah ga suka" Sarah geleng- geleng kepala.
" Coba dulu ya nak, mau sembuh tidak? Mau ke dokter tidak? "Ibu terus membujuk Sarah. Alhamdulillah Sarah akhirnya mau minum. Katanya enak 😊.

Kemudian Ibu dan Sarah bersiap ke puskesmas. Sesampainya di sana, ibu memencet tombol antrian dan mendapat nomor 20. Tiba- tiba Sarah sudah ingin BAB lagi.. Ibu membawa Sarah ke toilet puskesmas dan BAB di sana.
" Sarah, nanti diguyur yang banyak ya, 10 kali supaya tidak bau. Terus Sarah wawik pakai air 3 kali pakai sabun, terus cuci tangan dan kaki pakai sabun juga." Ibu berpesan pada Sarah yang sudah mandiri dan menunggu di luar dan sesekali melihatnya ke dalam.

Setelah selesai, mereka kembali ke ruang antrian pendaftaran menunggu dipanggil. Tak lama kemudian, mesin pemanggil pun berbunyi " Nomor antrian A- 20 di loket 1."

" Ibu, nomer kita" ucap Sarah senang sekali.
Ibu dan Sarah mendaftar, kemudian diminta menunggu di depan ruangan dokter.

Sarah pandai lhoo..mau menunggu tidak merengek minta cepat dipanggil hingga akhirnya nama Sarah Amelia Az- Zahra dipanggil ke dalam. Di sana sudah ada Pak dokter.
" Halo Sarah.. kamu sakit? Sakit apa sayang? Yuk, tiduran dulu." Dokternya ramah. Sarah pun nurut dan tiduran di kasur yang ada di dalam ruangan.
" Sakit perut dokter, BAB terus, diare. " jawab Ibu.
" Ooh.. ko bisa sakit ya? Udah berapa kali BAB? Sarah suka jajan sembarangan ga? Atau makan pedas- pedas? " tanya dokter lagi sambil memeriksa perut dan dada Sarah menggunakan stetoskop. ( berapa kali BAB dijawab oleh pendengar dongeng😁)
" Nggak" jawab Sarah.
Selesai diperiksa, ibu dan Sarah duduk di depan pak dokter.
" Sarah suka makan maklor dok, pakai bumbu- bumbu balado yang pedes itu tempat ngaji.. " Ibu menjelaskan.
" Hhmmhh.. Sarah, itu jajanan yang kurang sehat sayang.. Lebih baik Sarah buat sendiri di rumah. Pasti Ibu Sarah bisa membantu, dan rasanya lebih enak, pastinya lebih sehat. Kalau BAB terus ga enak kan sayang? " Pak dokter membujuk Sarah.
Sarah diam saja. Dan Ibu dengan semangat menjawab jika Ibu siap membuatkan makanan- makanan bersama Sarah di rumah dan terpenting tidak jajan sembarangan.
" Iya Dok, Ibu padahal sudah sering menasehati Sarah kaya gitu. Tapi Sarah tetep ga mau ndengerin Ibu. Kan yang jualan maklor di pinggir jalan, ga ditutupin apa- apa. Kena debu, kena kotoran.." Ibu Sarah ikut menambahkan.
" Nah..bener kata Ibu.. lebih banyak mendengar nasehat Ibu ya sayang..." imbuh pak Dokter.

Dan cerita pun akhirnya terpaksa selesai, karena duo Fa&Qaf sudah terlelap dalam tidurnya😂😂.
Padahal Mom belum sempat mereview dengan nasehat yang sama seperti di cerita.
Serunya, Mba Fa yang menjawab berapa kali Sarah BAB ketika dokter tanya dan jawabannya benar👏👏. Padahal Mom ga nanya dia😅.
Dongengnya kebetulan diangkat sesuai urgensi Mom yang khawatir karena Mba Fa senang jajanan di atas dan sudah berulang kali dinasehati tapi masih diulangi tanpa sepengetahuan Mom. Dan latar belakang Puskesmas diambil karena beberapa hari lalu 3 kali ke puskesmas untuk cabut gigi mba Fa. Jadi sedang hangat- hangatnya diperbincangkan.

#day1
#GrabYourImagination
#KuliahBunSayIIP
#Level10
#MembangunKarakterAnakMelaluiDongeng
#Tantangan10hari

Sabtu, 08 Desember 2018

Memahami Gaya Belajar Anak Hari ke-10

The Power of Lidi

Maafkan jika judulnya kacau😁. Tapi itu kenyataannya. Hari ke- 10 ini, meskipun akhirnya loncat di hari terakhir, tak menyurutkan semangat saya untuk membuat laporan😊.

Dari media lidi ini saya dan Fa bermain bersama. Awalnya saya memintanya untuk mengambil 1 batang lidi dari sapu tebah atau sapu kasur. Kemudian,  saya potong-potong dengan 4 ukuran yang berbeda. Dan saya meminta Fa untuk mengurutkan lidi tersebut dari yang paling pendek sampai yang paling panjang. Dan alhamdulillah dia bisa, berhasil👏👏.


Selanjutnya saya memotong- motong nya menjadi lebih pendek. Saya mengajak Fa untuk memotong lidi ini tetapi dia tidak mau, katanya tidak bisa, lebih tepatnya sudah mengantuk kawaann..😂..

Saya meminta Fa untuk menghitung lidi yang sudah dipotong berapa jumlahnya. Ternyata baru 7. Saya menanyakan kalau Mom ingin buat 10 berarti kuranv berapa? Dijawabnya 3..👏👏 bettuuulll...💯

Kemudian saya memberinya soal cerita untuk melatih kemampuan penjumlahan dan pengurangan. Biasanya sudah lebih dari 10 angkanya tetapi karena ini menggunakan konsep, jadi sampai 10 saja supaya dia lebih paham. Selesai memberinya soal cerita dan sudah dapat jawabannya, saya memintanya untuk menyusun lidi- lidi tersebut menjadi bentuk angka. Dan ia bisa, jadi mengenalkan konsep jumlah dari sebuah angka sekaligus melambangkan angka dengan media.. Dan Fa sangat menikmati permainan ini.. Dia sampai mengungkapkan ekspresinya bahwa "permainannya seru". Dia tidak berasa sedang belajar. Dia yang tadinya sudah mengantuk ria pun mengungkapkan " nggak ngantuk Mom..tadi meledek tok ngantuknya" 😂😂 ada gitu, ngantuk meledek😁.

Kami bermain dan belajar dengan semangat, apalagi adiknya semangat sekali... Apa saja yang kami pegang, dia ingin ikutan memegangnya. Jadi tambah seru, menjauhkan Qaf dari media sambil membersamai Fa belajar sambil bermain..

Dari permainan ini, Fa menggunakan gaya belajar kinestetik yang lebih dominan dan gaya belajar auditori dengan mendengarkan instruksi saya serta visual ketika menghitung jumlah lidi.



#harike10       #tantangan10hari
#gayabelajaranak        #kuliahbunsayIIP


Jumat, 07 Desember 2018

Memahami Gaya Belajar Anak Hari ke-9

Aku Anak Sholehah

Tanpa sengaja saya bersama Fa tengah tiduran di kasur sambil mengantar adeknya tidur, kami bermain tepuk- tepukan. Dia bercerita bahwa di sekolahnya tepuk dan nyanyian banyak sekali. Dia pun meminta saya untuk menyebutkan tepuk apa yang saya inginkan. Saya menyebutkan tepuk bebek, lalu dia nyanyikan dan tepuk. Saya meminta tepuk badut, dia memperagakan. Dari sini ia banyak belajar hal. Dia yang memang senang bermain tepuk dan menyanyi, jadi tepuk- tepuk dan nyanyian akan membuatnya tertarik. Auditori punyaa ..😁

Sampai tiba saatnya dia menyanyikan tepuk anak sholeh, saya pun bercerita kalau tepuk anak sholeh di sekolah saya dulu sedikit berbeda dan saya memperagakan. Setelah saya peragakan, ia pun berkomentar " ih..bagus banget tepuknya..". Saya mulai mengajaknya diskusi tentang anak sholeh versi tepuk. Saya sisipkan pesan- pesan islami. Dan sedikit membicarakan tentang berenangnua kemarin yang ia diisengi oleh seorang temannya. Saya menanyakan apakah iseng termasuk anak sholeh? Katanya bukan. Dia langsung bercerita bagaimana biasanya di sekolah. Saya pun jadi pendengar setianya kali ini. Hingga akhirnya saya tanyakan temannya tersebut meskipun suka iseng pasti ada sifat baiknya juga. Ayo sebutkan... Dan akhirnya terucapkan cerita kalau Fa tidak pernah diisengi di sekolah..😊

Alhamdulillah saya dan Fa belajar bersama tentang anak sholeh dan saya menyisipkan kata- kata harapan agar Fa bisa menjadi anak Mom yang sholehah.aamiin..

Dari kegiatan diskusi kami hari ini Fa mengembangkan gaya belajar auditori paling dominan dan kinestetik ketika bermain tepuk- tepuk..

#harike9
#tantangan10hari
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP

Kamis, 06 Desember 2018

Memahami Gaya Belajar Anak Hari ke-8

Belajar dalam Kehidupan

Hari ini mbak Fa ada jadwal berenang di sekolah. Dan Mom yang berkesempatan mengantarnya dan menemaninya selama proses berenang berlangsung. Mom tak ingin menyia-nyiakan momen ini. Mom memilih membersamainya dengan menaiki kereta odong- odong yang sudah disediakan oleh sekolah. Tentu saja ini menjadi momen tepat Mom dan Fa untuk belajar di kehidupan nyata dengan dunia sekitar lebih dalam. Biasanya kami berdua pergi menggunakan sepeda motor Mom kurang fokus ketika ia mengajak saya diskusi. Konsentrasi saya mengendarai motor jadi berkurang😎.

Ketika perjalanan berangkat menuju ke kolam renang saya mengajaknya diskusi tentang tempat- tempat yang kami lewati, terutama mengingat- ingat nama- nama tempat yang biasa kami kunjungi. Sesampainya di kolam renang ia sangat antusias karena momen berenang adalah momen yang selalu ditunggu- tunggu olehnya. Sudah berapa kali meminta saya menemaniny berenang secara pribadi tapi saya belum bisa meninggalkan Qaf di rumah tanpa alasan. Baiklah..ketika berenang, saya mengawasinya dan mengingatkan kembali teknik yang pernah beberapa bulan lalu saya ajarkan kepadanya. Dan alhamdulillah untuk pertama kalinya saya melihatnya berani untuk terjun ke air bersama teman- temannya yang biasanya cuma melipir di pinggiran kolam. Saya mengingatkan bagaimana cara mengepakkan kaki untuk modal dasar berenang untuknya dan alhamdulillah berhasil. Ia meluncur dengan kepakkan kakinya dengan masih menggunakan pelampung. Dia sangat menikmati. Bahkan ia yang terakhir naik untuk mandi setelah berenang😁😁. Good job Fa.. hari ini kamu berhasiill..

Sepulangnya, kami berputar berkeliling desa masih menggunakan kereta odong- odong. Daerah yang kami lewati merupakan daerah baru baginya. Saya mengenalkan lapangan tembak bagi para tentara, tower, puskesmas, dan banyak lagi.
Dan yang paling berkesan baginya adalah lapangan tembak. Saat saya mengevaluasi hasil kergiatan tadi, lapangan tembak🎯.

Dari kegiatan hari ini, Fa menggunakan gaya belajar visual, auditori. 


#harike8
#tantangan10hari
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP

Rabu, 05 Desember 2018

Memahami Gaya Belajar Anak Hari ke-7

Bermain Fingerprint

Memberikan ragam aktivitas untuk anak dapat memberi pengalaman yang berbeda dalam setiap tahap pembelajaran anak. Dan kali ini, saya mengajak Fa bermain fingerprint untuk mengasah kemampuan motorik halusnya dan daya imajinasinya dalam menggambarkansuatu objek. Dan juga sebagai sarana untuk melatihnya menulis nama dari apa yang ia gambarkan yang memang sudah dia lakukan dalam beberapa aktivitas setiap harinya.

Dengan alat stamp pad berwarna ungu, Fa dengan asyiknya menempelkan jari- jarinya ke stamp pad kemudian ia cetak di lembaran bukunya lalu menggambarkan sesuatu untuk menyempurnakan objek gambarnya. Dia terlihat menikmati. Bahkan yang ia buat pun beragam. Dari sini ia belajar struktur bentuk hewan🐰🐌🐝🦀🐸, jumlah kaki, dan ia pun mengulang apa yang pernah dinyanyikan di sekolah tentang habitat hewan- hewan yang ia gambarkan. Ia memperagakan bentuk lubang kelinci, sarang lebah yang Mom tidak bisa menghafalnya langsung😁..syusyaaahh.faktor U sepertinya🤗. Fa pun mengasah kemampuannya dalam menulis nama hewan-hewan atau tanaman yang ia buat✏.


  • Dalam prosesnya ia menggunakan gaya belajar visual dengan melihat bentuk sesungguhnya melalui internet yang saya tunjukkan melalui handphone📱, ia juga menggunakan auditorinya untuk menyebutkan nama- nama gambar yang ia buat dan menyanyikan lagu habitat hewan serta menggunakan kinestetiknya ketika bermain fingerprint dan memperagakan bentuk- bentuk rumah hewan dengan tangannya.



#harike7 #tantangan10hari
#gayabelajar #kuliahbunsayIIP



Selasa, 04 Desember 2018

Memahami Gaya Belajar Anak Hari ke-6

Menulis Benda bagian 2

Hari ke-6 masih berkegiatan menulis. Sesungguhnya karena cuaca tengah hujan di luar.. Dan Fa tiba- tiba meminta saya membuatkan satu set peralatan dapur dari kardus bekas. Saya pun mengiyakan. Dan supaya lebih bermakna pembuatan miniatur alat dapurnya maka selesai pembuatan harus ditulis nama di setiap miniaturnya. Dan Fa menyetujuinya.

Seperti biasa, saya melibatkan Fa. Saya yang merancang dengan memotong- motong kardus, dia yang memberi lem kemudian menempel serta menyusunnya dengan sempurna. Alhamdulillah Fa menikmati proses ini. Dia bisa langsung mengerti cara menyusun potongan - potongan yang saya buat hingga menjadi bentuk sempurna. Dia juga paham alat yang biasa dipakai di dapur.

Setelah selesai, dia menuliskan nama dari masing- masing miniatur. Untuk menulis perlu pendampingan dan bimbingan, sehinģga stimulasi kegiatan menulis dibuat berbeda semenarik mungkin





Dari kegiatan ini dapat diamati bahwa Fa masih menggunakan ketiga gaya belajar. Visual dalam menyusun potongan menjadi bentuk sempurna, auditori ketika mendengar arahan dari mom dan kinestetik ketika menempel serta menyusun bagian- bagian menjadi bentuk alat dapur sempurna.. Semangat untuk selanjutnya Fa..😘

#harike-6
#tantangan10hari
#gayabelajar
#kuliahbunsayIIP

Senin, 03 Desember 2018

Memahami Gaya Belajar Anak Hari ke-5

📖Membaca dengan menggali pengalaman 📖

Belajar bagi anak bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Seperti sore ini, Fa menemukan secarik kertas punya mom yang bertuliskan nama- nama santri TPQ.

Ia menanyakan ke mom "ini sih bacaannya apa mom?" Sambil menyodorkan kertaa tersebut. Mom tidak mau memberi tahu begitu saja, tapi justru mom memberi umpan balik. " Coba kamu yang baca, bacaannya apa "..

Akhirnya Fa pun mengeja, menyebutkan huruf satu per satu. " S, r, i. Bacanya apa mom?" Kali ini mom memberi tahu langsung karena dia belum paham membaca dengan susunan huruf konsonan ganda seperti itu. Akhirnya ia tahu bahwa s r i itu bacanya Sri. Karena di bawah nama tersebut ia menemukan bacaan yang sama, Sri. Tentu saja dia langsung paham bahwa S r i adalah Sri. Itu adalah nama ustadzahnya di TPQ.

Masih berlanjut membaca, ia kemudian membaca nama- nama santri TPQ yang ada di secarik kertas tersebut. Ketika menemukan huruf berakhiran konsonan tunggal, dia bisa langsung membaca dengan benar kadang tidak. Tetapi dari sini saya mengamati bahwa proses belajar membaca Fa lebih mengandalkan auditorinya, yaitu dengan membunyikan semua huruf.. Setelah itu ia mengandalkan visual untuk melihat bentuk- bentuk huruf. Membaca baginya jika kata tersebut tidak asing dan sering ia dengar dan sudah akrab di telinga dapat ia serap dengan mudah. Seperti membaca nama teman- temannya saat itu. Kata Farah dapat ia baca langsung, Sovia meskipun ia sempat mwmbaca " sova" karena dia menggunakan ingatan dan nalarnya ia bisa memperbaiki bahwa seharusnya dibaca Sovia. 

Itulah proses belajar Fa hari ini. Kali ini tanpa gambar karena saat proses belajar tersebut Mom tengah " berolahraga" bersama Qaf yang terus bergerak ke sana kemari. Mom mengandalkan auditori untuk membersamai Fa belajar😁😁😎😎.

#harike5
#Gayabelajaranak
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10hari

Jumat, 30 November 2018

Memahami Gaya Belajar Anak Hari ke-3

Dua hari yang lalu Fa berkutat pada melipat kertas. Dan aktivitas ini masih menjadi primadona. Saatnya mom menyediakan kertas lipat yang banyak untuk menggali kreativitasnya.
Dan sepulang sekolah, saya mengajaknya ke toko buku untuk membeli peralatan tempurnya sekaligus beli untuk dipakai di TPQ. Seperti biasa jika saya mengajaknya ke toko buku ia selalu meminta saya membelikan buku cerita bergambar atau buku mewarnai. Dan kali ini dia meminta buku mewarnai yang full colour dan ukuran besar. Sebenarnya mom bisa saja membuatkan gambar hasil searching di google atau mom buatkan manual tapi dia selalu tertarik untuk beli. Sifat konsumtifnya masih jadi PR mom.

Saya akhirnya belikan ia buku mewarnai yang ia minta, kebetulan bertemakan profesi, bisa untuk belajar tentang macam- macam profesi beserta peralatan yang digunakan. Dan sampai rumah? Tak sabar dia langsung mengambil pewarna dan mewarnai gambar koki padahal belum ganti baju seragam😔. Saya ingatkanuntuk bergegas supaya bisa mewarnai lebih bebas..

Dia mewarnai sesuai contoh, namun karena ada beberapa pewarnanya yang sudah patah dan tak bisa digunakan, ia menggantinya dengan warna lain dan alhamdulillah berhasil diwarnai dengan penuh. Great job Fa..🖒 mom selalu mengapresiasi hasil belajarnya karena ini penting bagi perkembangan emosionalnya. 

Usai mewarnai, saya tanya jawab tentang alat yang digunakan koki saat bekerja dengan menyebutkan gambar apa saja yang ada di gambar beserta fungsinya.. alhamdulillah hampir semua dia paham, hanya beberapa yang perlu mom tambahkan seperti ukuran dan bentuk pisau yang berbeda karena fungsinya. Setelah itu, saya mengajaknya untuk bernyanyi lagu " du di dam" lagu zaman mom masih imut- imut😋 dengan gerakan-gerakan lincah ala mom pastinya😁.

Dan hasilnya??? Gaya belajar yang teramati masih seimbang, antara visual saat melihat warna, auditori saat menyebutkan nama- nama alat yang digunakan beserta nyanyian "du di dam" dan juga kegiatan mengolah tangan saat mewarnai dan menirukan gaya mom memasak "oseng-oseng-oseng"😁..

Dan lagu itu terus ia dendangkan sampai menjadi lagu favoritnya karena diulang- ulang terus♫♬♬♫♪⏮▶⏭



#harike3
#tantangan10hari
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP

Rabu, 14 November 2018

Meningkatkan Kecerdasan Anak Hari ke-10

Pagi- pagi sekali Fa bangun tidur. Dia langsung turun dari tempat tidur dan mengambil botol bekas air mineral yang sudah disimpan di dalam tas sekolahnya.

Hari itu, Fa diberi tugas oleh gurunya di sekolah untuk membawa 1 botol bekas minuman kosong. Dari ia pulang sekolah memang sudah memberi tahu kepada saya dan botolnya sudah langsung diambil&disimpan di dalam tas tanpa saya suruh. Namun pagi- pagi sekali baru membuka matanya langsung kepikiran botol tersebut. Ternyata eh ternyata, dia sedang merasakan kekhawatiran jikalau ternyata diminta gurunya untuk membawa botol yang sudah dihias. Sesuai pengalaman saya dulu saat masih berkecimpung dalam dunia pendidikan TK, memang sering meminta murid untuk membawa botol bekaa dari rumah untuk kemudian digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah sesuai tema. Sedangkan Fa entah darimana pemikiran itu tiba- tiba merasa harus membawa yang sudah dihias.

Alhasil dia sibuk mencari kertas hias *kertas krep=red* dan lem. Saya sudah memberi penjelasan bahwa botol bekas yang perlu dibawa tetapi dia masih dalam pendiriannya. Baiklah, silakan kamu berkreasi menghias botolmu sendiri ya Fa..mom mimiin ASI dede dulu.

Dan benar, dia mencari kertas krep sendiri dan bertanya kepada saya lem yang harus digunakan yang mana. Saya hanya memberi dia tantangan coba saja pakai lem yang Fa punya bisa atau tidak ( kali ini yang dipunyai memang lem kayu. Sudah pasti bisa). Begitu ia tempelkan ke botol menggunakan lem tersebut ternyata nempe sempurna. Dan dia senang sekali, karena artinya dia bebas berkreasi dengan bahan yang ada. 

Selanjutnya dia meminta saya kertas krep warna lain, dan saya mengeluarkan simpanan kertas krep warna- warni kemudian saya berikan ke dia. Saya pun kembali ke Qaf untuk memberikan haknya.. dan taraaaaa...selesai juga ia menghias botol tersebut dengan tangannya sendiri. Menurut apa yang gurunya jelaskan, botol tersebut akan dipakai untuk membuat celengan.

Dari apa yang saya lihat ketika Fa membuat kreasi botol tersebut, saya merasa dia sudah mulai menyukai dunia kreasi atau kerajinan tangan seperti yang sudah saya stimulasi sebelumnya. Dia sering melihat saya mengutak- atik sesuatu untuk didaur ulang menjadi barang yamg bermanfaat dan hari ini, ia mampu menyelesaikannya sendiri. Dan benar saja begitu sampai di sekolah, memang harus membawa botol kosong dan hanya miliknya yang sudah dihias... mungkin hasilnya terlalu sederhana buat kita tapi buat dia, ini adalah prestasi. Dia punya ide sendiri, eksekusi sendiri dan membereskan kembali alat yang sudah dipakai. Dia juga bangga menunjukkan hasil karyanya ini ke semua orang yang ada di rumah.. tetaplah berkarya Fa semampumu.. Mom dukung selalu di belakangmu.

Minggu, 11 November 2018

Meningkatkan Kecerdasan Anak Hari Ke-9

🍳 Memasak Telur Dadar🍳

Hari ke- 9 tantangan game level 3 saya merupakan hari ahad. Artinya mba Fa libur. Waktu pengerjaan tantangan lebih leluasa. Itu mimpi saya di waktu pagi, karena kenyataannya tidak😭.

Dia sudah mengeluh bosan di rumah terus karena ingin berkunjung ke rumah saudara yang cukup jauh. Padahal pagi sudah berkunjung ke rumah mbah. Sepertinya belum puas dia. Dan kebetulan hari Ahad ini mendung menggelayut dan sore harinya turun hujan cukup deras.

Karena lauk untuk makan sore habis, saya mengajak Fa untuk menggoreng telur dadar yang mudah. Dia meminta mengocok telur tersebut. Saya mengajarinya cara memecah telur, namun dia mengatakn tidak bisa. Baiklah, semoga suatu saat kamu bisa ya Fa.. berhubung dipantau oleh Mbah uti, beliau meminta menambahkan satu telur lagi dari dua telur yang sudah dipecahkan. Entah saya waktu itu sedang apa, lupa. Tiba- tiba saja Fa sudah memecahkan tambahan telur dan sudah tercampur di mangkok.

" Itu mba Fa yang mecahin telurnya? Bisa? " tanya saya menyelidik.
" Bisa mom..dari lubang yang keciiill.." jawabnya sambil memperagakan sesuatu yang kecil dengan tangannya.
" Alhamdulillah sudah bisa ya...terima kasih ya.." puji saya menguatkan kemampuannya.

Saya menambahkan bumbu beserta daun bawang yang sudah diiris lalu dia mengocoknya dengan semangat. Ketika sudah siap semua alat tempur untuk menggoreng, saya mulai menggoreng telur tersebut. Saya menawarkan pada Fa untuk menggorengnya tetapi kali ini belum berani. Alhasil saya yang menyelesaikannya. Ketika mengangkatnya dan meletakkan telur dadar yang sudah matang, saya meminta tolong padanya. Dengan takut - takut dia lakukan itu semua dan alhamdulillah berhasil. Telur dadar tersaji di atas piring dan dia memotong kecil supaya bisa terbagi rata untuk makan kami sekeluarga.





Jumat, 09 November 2018

Meningkatkan Kecerdasan Anak Hari ke-8

               🎭Membuat Topeng Sendiri🎭

Kenapa judulnya sendiri?yaa.. sendiri..Ternyata Fa sudah mempunyai ide dan inisiatif pribadi untuk berkarya. Ini merupakan family project dadakan tanpa rencana. Tadinya sudah sepakat untuk eksekusi kaos kaki bagian dua. Tetapi membuat topeng juga seruuu..

Tiba- tiba dia melihat kertas yang sudah diwarnai dan mengatakan kepada saya, " Mom, ini kan bisa dibuat topeng ya" sambil menunjukkan selembar kertas kepada saya.
" Iya, bisa..tinggal dikasih tali pinggirnya" jawab saya yang berpikir tidak perlu membuat lubang untuk mata, sesuai gambar pada selembar kertas tersebut tanpa lubang mata dan mulut.
" Buat ahhhh..." dia menenteng kertas tersebut kemudian tiba-tiba menemukan sehelai tali rafia yang sudah pas sekali ukurannya untuk kepala.
" Nahh..pakai tali rafia bisa Fa..tinggal tempel di kertas aja.itu talinya dipotong jadi dua buat kanan kiri" jelasku.

Kemudian dia langsung mencari gunting dan lem. Tapi saya mengarahkan untuk tidak memakai lem tetapi isolasi saja. Diambilnya gunting untuk memotong tali rafia sendiri. Saya memberitahu tidak perlu dipotong dibelah saja jadi dua. Dan dia langsung paham kawan😃..

Ketika memulai memasang isolasi, dia kesulitan mencari potongan yang siap digunakan. Maka di sini tugas saya untuk mendampinginya. Saya yang membuka isolasi dan dia yang memotong lalu menempelkannya pada kertas. Setelah kedua talinya terpasang, saya bertanya nanti kalau topengnya dipakai bagaimana? Ga bisa liat dong..ga ada matanya. Dia lalu meminta saya membuat " mata" topeng. Saya menunjukkan langkah- langkah agar ia mudah memahami.

Dan taaarrraaa... sudah jadi...jangan heran ya, ini topeng cuma bentuk kotak polos tanpa bentuk. Dia yang mau, sudah saya beri ide untuk membuat bentuk dia tetap kekeuuhh.. Yo wes lah.. Dan ia pun berinisiatif membuat topeng satu lagi untuk Zayyan( saudaranya). Dan apa yang paling membahagiakan? Dia bisa membuat topeng satu lagi tanpa bantuan saya pemirsaaahh... Fa mengikuti apa yang tadi saya tunjukkan. Masya Allah... Dia sudah terlihat mandiri dalam hal ini. Kemampuan berpikirnya sudah terasah dengan sendirinya. Dan ia juga selalu ingat Zayyan ketika membuat sesuatu, sehingga kemampuan sosial emosionalnya berkembang. Jangan ditanya setelah dua topeng itu jadi. Rumah ramai sekali oleh permainan mereka berdua💃🙌

        

                     



Rabu, 07 November 2018

Meningkatkan Kecerdasan Anak Hari Ke-6

👩 Menjaga Adik Bayi❤

Hari ini sebenarnya family project yang saya lakukan sudah hampir setiap hari dilaksanakan, hanya saja ada yang sedikit berbeda. Ya, sesuai judulnya fampro kami saya tujukan tetap Fa dan kali ini melibatkan adiknya, Qaf.

Ketika waktu sholat maghrib seperti biasa saya meminta Fa untuk menjaga adik bayinya, Qaf. Lalu kami bergantian melaksanakan sholat karena Qaf harus selalu dijaga, terutama saat maghrib tiba. Kali ini saya meminta Fa menjaga adiknya dengan membacakan buku cerita yang buku tersebut terbuat dari kain sehingga tidak takut sobek ketik diremas oleh Qaf. Saya menyiapkan beberapa alternatif permainan khawatir Qaf bosan. Saya melihat Fa begitu menyayangi adiknya dan senang diberi amanah menjaga adiknya dengan cara memangkunya. Dia merasa seperti orang dewasa yang menjaga Qaf. Sebelum saya sholat, saya abadikan dulu momennya😍.

Setelah selesai sholat, ternyata Qaf merengek- rengek dan tidak berhasil ditenangkan oleh Fa. Saya gali apa kesulitannya ketika menjaga Qaf dan bagaimana reaksi Qaf ketika dibacakan cerita oleh Fa? Jawabnya Qaf tetep nangis, Qaf nggak suka. 
" Masa? Qaf tetap menangis ya? Kan biasanya suka kalau sedang ada mba Fa" tanya saya lebih dalam.
" Iya, udah mba Fa klitik- klitikin tetep nggak suka." Tambahnya.
" Kenapa ya, Qaf masih nangis aja?" Tanya saya ingin tahu apakah ia mengenali emosi adiknya.
" Mintanya digendong" jawabnya singkat.

Kali ini, meskipun ia masih belum berhasil menenangkan adiknya, tetapi kecerdasan emosinya terasah. Dia bertanggung jawab terhadap Qaf sesuai pesan saya. Dia juga melatih berpikir apa yang bisa ia lakukan untuk menjaga Qaf tetap tenang dan memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan orang lain serta melatih kemampuan berbahasa menceritakan apa yang ia alami..

Tetap sayang dan bertanggung jawab terhadap Qaf ya Mba Fa..😗😗




Kamis, 01 November 2018

Meningkatkan Kecerdasan Anak Hari ke-1

Membuat Jadwal Piket Untuk TPQ

Alhamdulillah sudah masuk game level 3 dengan tema meningkatkan kecerdasan anak. Untuk tantangan kali ini harus bisa lebih baik dari tantangan sebelumnya, memperbaiki semuanya. Semangaattt...

Hari pertama sebenarnya galau, karena saya tak punya banyak waktu bersama si sulung Fa. Kebetulan pulang sekolah saya tengah menyetrika baju sampai dzuhur. Saya selesai, Fa istirahat, tidur siang. Alhamdulillah saya bisa menemaninya tidur lebih tepatnya mengantarnya tidur yang dalam bahasa Jawanya ngeloni. Dan ketika dia bangun ada dua saudaranya yang tengah di rumah dan ini menandakan waktu saya bersamanya semakin sedikit karena seperti biasa dia akan lebih memilih mereka untuk bermain bersama daripada saya. Ya wes... saya rencanakan selepas maghrib saja family project bersamanya. 

Eh tapii... alhamdulillah masih rezeki.. sore hari belum kami berangkat ke TPQ, saya tengah menyelesaikan pembuatan jadwal piket santri untuk dipajang di TPQ sehingga semua bisa mengakses siapakah yang bertugas hari itu. Karena sudah masuk tahap penyelesaian dari cicilan kerjaan hari kemarin, saya hanya menempelkan kertas untuk membuat tulisan hari untuk kemudian menuliskannya. Dan ketika Fa masuk kamar dan melihatku tengah berkutat dengan kertas, pulpen dan lem ia langsung mendekatiku. Dia selalu ingin bisa merasakan apa yang tengah momnya kerjakan. Ia pun meminta izin untuk menuliskan nama- nama hari tersebut. Langsung saja saya beri dia kesempatan. Dia tengah senang belajar menulis kata- kata. Maka saya pun memintany untuk menempelkan kertasnya terlebih dahulu, lalu menuliskan huruf per huruf untuk membentuk sebuah kata. Kebetulan piket dilaksanakan selama dua minggu sekali, dan saya punya kesempatan menuliskan nama- nama hari di minggu 1 dan dia hanya menyalinnya di minggu kedua. 

Dari apa yang saya kerjakan bersama Fa hari ini, saya bisa meningkatkan kecerdasan Fa dalam hal emosi dengan bekerja sama dengan saya, meningkatkan kecerdasan dalam berpikir melalui kegiatan menulis dan kemampuan menghadapi tantangan ketika dia harus menulis di atas kertas yang masih basah dengan lem dan mleberr tulisannya ...heheheee...
Semangat untuk kembali belajar dan bermain di hari esok bersama mom Fa.....