Saya ketiduran pemirsaaahh...😧..belum nulis tantangan ngeloni mbak dan dede malah ikut merem beneran. Yo wes rapopo..yang penting tetep berjalan tantangannya.
Hari keempat saya& Fa membuat fampro media menulis tidak dengan buku pensil atau pulpen. Kami membuat menggunakan kardus bekas susu, kertas manila warna hitam jugà bedak beserta terigu.. ini supaya memberi pengalaman yang berbeda buat Fa.
Saya memulai dengan meminta Fa mengukur kardus sisi panjang dan lebar, kemudian memindahkan ukuran tersebut ke kertas manila lalu digunting. Dia yang menggunting. Setelah digunting, saya menyayat satu sisi kardus menggunakan cutter sehingga terbuka semua. Dan melanjutkan dengan meletakkan potongan kertas hitam tadi di kardus. Dan selesai... tinggal bedak ditaburkan di atasnya, kemudian menggantinya dengan terigu. Kenapa dua bahan? Ingin membedakan mana yang lebih efektif dan tidak bersifat mubadzir.
Bedak kebetulan sudah lama& memang masih ada sedikit sekali, jadi bisa langsung dibuang. Ketika memakai terigu Fa pun takut ketika membuangnya katanya eman-eman.. alhamdulillah dia belajar tentang mubadzir. Dan saya menjelaskan kenapa tadi memakainya sedikit dan ini dilakukan sekali saja supaya Allah tidak marah. Kita cari yang lebih menyenangkan& tidak memubadzirkan sesuatu.
Ketika membuat tulisan dan gambar di atasnya, ia mengungkapkan perasaannya bahwa ia ingin mengakhiri kegiatan tersebut. Katanya permainannnya sedikit seru mom, tapi Fa nggak suka. Harus cuci tangan terus. Baiklah Fa, kita cari lagi permainan yang lain ya..😊
Dari sini ia belajar banyak hal, mengenal lebih dekat tentang sifat Allah, mengenali perasaan dan mengungkapkannya, belajar mengukur menggunakan penggaris, lalu menggunting dan belajar menghadapi tantangan ketikà akan menulis membawa bedak& terigu ke tengah&terkumpul sempurna sebagai media tulisan..
Hari keempat saya& Fa membuat fampro media menulis tidak dengan buku pensil atau pulpen. Kami membuat menggunakan kardus bekas susu, kertas manila warna hitam jugà bedak beserta terigu.. ini supaya memberi pengalaman yang berbeda buat Fa.
Saya memulai dengan meminta Fa mengukur kardus sisi panjang dan lebar, kemudian memindahkan ukuran tersebut ke kertas manila lalu digunting. Dia yang menggunting. Setelah digunting, saya menyayat satu sisi kardus menggunakan cutter sehingga terbuka semua. Dan melanjutkan dengan meletakkan potongan kertas hitam tadi di kardus. Dan selesai... tinggal bedak ditaburkan di atasnya, kemudian menggantinya dengan terigu. Kenapa dua bahan? Ingin membedakan mana yang lebih efektif dan tidak bersifat mubadzir.
Bedak kebetulan sudah lama& memang masih ada sedikit sekali, jadi bisa langsung dibuang. Ketika memakai terigu Fa pun takut ketika membuangnya katanya eman-eman.. alhamdulillah dia belajar tentang mubadzir. Dan saya menjelaskan kenapa tadi memakainya sedikit dan ini dilakukan sekali saja supaya Allah tidak marah. Kita cari yang lebih menyenangkan& tidak memubadzirkan sesuatu.
Ketika membuat tulisan dan gambar di atasnya, ia mengungkapkan perasaannya bahwa ia ingin mengakhiri kegiatan tersebut. Katanya permainannnya sedikit seru mom, tapi Fa nggak suka. Harus cuci tangan terus. Baiklah Fa, kita cari lagi permainan yang lain ya..😊
Dari sini ia belajar banyak hal, mengenal lebih dekat tentang sifat Allah, mengenali perasaan dan mengungkapkannya, belajar mengukur menggunakan penggaris, lalu menggunting dan belajar menghadapi tantangan ketikà akan menulis membawa bedak& terigu ke tengah&terkumpul sempurna sebagai media tulisan..





Kreatifnya 😍
BalasHapus