Hari ketiga tantangan komunikasi produktif masih seperti kemarin memaksimalkan komunikasi dengan Fa putri sulung saya. Saat sore menjelang maghrib saya tengah menggendong Qaf adiknya yang baru usia 2 bulan dan ingin membersihkan tempat tidur sebelum menaruh Qaf di sana. Saya tengah bersama Fa kala itu setelah kami bertiga berkunjung ke rumah Mbah dari suami saya sebelumnya. Karena saya merasa sulit untuk membersihkan tempat tidur sambil menggendong Qaf akhirnya saya meminta tolong kepada Fa.
" Mba Fa, mom boleh minta tolong?' pintaku pada Fa.
" Boleh" jawab Fa terlihat santai.
" Mom mau naruh dede Qaf ke kasur tapi kasurnya belum diberesin. Mom minta tolong sapuin kasurnya ya...' pintaku sambil mengulurkan sapu tebah khusus kasur kepadanya.
Fa kemudian menerima sapu tebah dari saya kemudian naik ke atas kasur.
" Mba Fa, bantalnya ditumpuk dulu ya..mom yang membereskan perlak sama ini" saya mulai menjelaskan langkah awal sebelum menyapu tempat tidur sambil mensterilkan barang- barang yang ada di atas kasur kecuali bantal yang tengah ditumpuknya.
Fa terlihat menumpuk bantal dan mulai menyapu kasur dengan santai. Kemudian saya memintanya kembali memasangkan perlak beserta bedong untuk alas tidur adiknya.
Dengan cekatan ia mengambil perlak dan bedong lalu membentangkannya sesuai arahanku.
Terlihat sudah selesai dan rapi, saya mengucapkan terima kasih kepadanya dengan senyuman yang ramah dan bangga.
" Terimakasih ya mba, sudah membantu mom membereskan tempat tidur seperti ini" pujiku padanya.
" Aduh.. sakite.." tiba- tiba dia merasa kesakitan.
" Sakit kenapa Fa" saya terkejut mendengarnya.
" Jempolnya kekletek." jawabnya sambil memegang ibu jarinya yang sakit sambil terus merapikan sprei.
" Oooh..sakit ya? sini mom bantu..pelan- pelan ya.." ucapku menunjukkan empati kepadanya sambil membantu merapikan sprei.
" Alhamdulillah sudah beres. Tapi lantainya kotor ya, sepertinya belum disapu tadi. Nanti mom nyapulah kalau Qaf udah tidur di kasur" ucapku sambil membersihkan debu yang menempel pada kaki.
" Mba Fa aja mom yang nyapu. Mba Fa yang mbantuin mbah uti. " dia menawarkan diri.
" Alhamdulillah.. makasih ya Fa, sudah mau membantu mom lagi" ucapku dengan penuh kesenangan.
Tak berselang lama Fa pun kembali ke kamar dengan membawa sapu lantai dan membersihkan lantai kamar dengan sapu yang tengah ia pegang.
Saya senangbsekali Fa sudah membantu saya lebih dari apa yang saya harapkan. Sambil menaruh Qaf di tempat tidur saya pun kembali mengucapkan terima kasih kepadanya karena sudah membantu menyapu lantai kamar. Saya pun memintanya untuk sholat maghrib.
" Alhamdulillah mba Fa pinter ya, nyapu lantai kamar mbantuin mom. Terima kasih ya..Kalau udah selesai, sholat maghrib ya mba..sudah adzan" ucapku padanya.
Akhirnya kami pun berdiskusi siapa yang sholat maghrib terlebih dahulu karena harus bergantian menjaga adiknya yang kebetulan bangun ketika ditaruh tempat tidur. Dan kami sepakat bahwa saya yang sholat terlebih dahulu. Sementara dia memilih sholat di kamar daripada di mushola kecil di rumah kami.
Alhamdulillah senangnya hari ini karena Fa begitu manis, begitu simpatik dengan semua yang telah ia lakukan. Hari ketiga ini terasa sekali perubahan yang saya alami ketika berkomunikasi dengan Fa. Lebih mudah mengarahkannya dan tak ada "perdebatan" panjang yang dihiasi dengan keketusannya saat berinteraski dengan saya. Begitu banyak hal manis yang terjadi hari ini dan begitu banyak yang ingin saya ceritakan di sini. Maaf ya, kepanjangan deeh...☺✌
Serasa ingin terus memeluknya dan mengatakan mom mencintaimu Fa. Mom menyayangimu. Terima kasih atas semua keindahan yang kau berikan untuk mom. Love you forever ❤




Tidak ada komentar:
Posting Komentar