Alhamdulillah sampai juga pada tantangan game level 1 di hari kesepuluh sebagai standar minimal mengerjakan tantangan. Seneng, karena akhirnya aku bisa melewatinya. Sedih karena di saat momen- momen komunikasi produktif bersama kedua anakku terlewat begitu saja tanpa dokumentasi. Semua ini karena keadaan HP yang sedang dicharge, jadi rasanya melewatkan momen berharga itu gela kalau bahasa Jerman( Jejer kauman - Gombong maksudnya) heeehee..
Hari ini adalah hari libur sekolah Fa. It's family time...kami melewati hari ini bersama, meskipun tanpa ayahnya anak- anak yang sedang berjuang mencari nafkah untuk kami di Ibukota. Alhamdulillah aku selalu berusaha agar setiap hari Ahad selalu ada quality bersama mereka, terutama si sulung Fa.
Biasanya kalau hari libur dia selalu mencari ide supaya bisa main di luar, berkunjung ke rumah teman tepatnya. Alhamdulillah dari pagi sudah ku sounding bahwa mom lebih senang kalau mba Fa libur bermain di rumah bersama mom. Dan ternyata apa yang aku sampaikan padanya diiyakan tanpa kata- kata tetapi dengan tingkah laku. Dia bermain di rumah, berkeliling rumah, mengambil buku tulis beserta pensil dan krayon lalu menulis atau menggambar sesuka hatinya.Hingga siang menjelang, ku ajak dia untuk membuat nugget sayur. Awalnya dia tidak tertarik tetapi setelah aku ke dapur dan mempersiapkan bahan- bahan yang harus disiapkan dia mulai tertarik.
" Mom, mba Fa mbantuin ya..." ucapnya sambil melihat apa saja yang sudah terhidang di meja.
" Boleh...mba Fa mau bantu apanya nih? bantu aduk ya?' jawabku sambil memperlihatkan bagaimana mencampur semua bahan.
" Mba Fa.. mba Fa.. mba Fa aja yang ngaduk mom... " pintanya dengan semangat ingin mengambil alih adonan nugget di dalam baskom. Maka ku berikan garpu beserta baskom tersebut.
" Mom mau buat apa sih?" tanyanya sambil terus mengaduk adonan.
" Buat apa ya? ayo tebak...mom mau buat apaa??' tanyaku ingin menggodanya.
" Mba Fa ga taulahh..." jawabnya menyerah dan sedikit tidak terima digodaku.
" Lihat saja nanti mom mau buat apa" jawabku masih menyisakan rasa penasaran padanya.
" Iya tapi buat apa ya.." desaknya semakin ingin tahu.
" Mom mau buat nugget.." jawabku singkat.
" Mom udah bisa buat nugget sendiri?' tanyanya seperti meragukan momnya. hemmmm..
" Alhamdulillah sudah. Kan mom dulu juga udah pernah bikin bareng Fa jugaa.." jawabku mengingatkan padanya. Saya yakin sekali kalau dia pasti lupa karena daya ingatnya masih pendek sekali.
" Ooohh..." jawabnya singkat sambil memonyongkan bibirnya.
Lalu kami pun terlarut dalam aktivitas fun cooking kami. Dia begitu bersemangat ketika kami mulai memotong adonan yang sudah dikukus kemudian mencelupkannya ke dalam telur dan tepung panir.
" Mba Fa aja mom, yang motong- motong.." pintanya begitu bersemangat.
" Hati- hati motongnya ya... itu pisau.." pintaku sambil memberikan pisau padanya..
Satu per satu diselesaikan olehnya hingga semua selesai dan ku goreng sedikit untuk dimakan olehnya dan sisanya disimpan di dalam lemari es untuk besok pagi.
" Gimana Fa rasanya? kamu suka?' tanyaku menyelidik. Selama ini dia tidak terlalu suka makan sayuran, dan nugget ini sengaja dibuat menggunakan sayuran untuk menyiasati asupan sayuran baginya. Sedikit cemas kalau dia tidak menyukai dan hanya makan satu seperti sebelumnya.
" Panas mom....huuuff...hhahhhhh...enak..." jawabnya sambil meniup- niup makanan yang sudah masuk ke dalam mulutnya.
" Mba Fa minta lagi ya mom?' tanyanya sambil terus mengambil nugget yang baru diangkat dari penggorengan. Dan hasilnya? alhamdulillah nuggetnya habis olehnya. Dia begitu menyukainya, aku cuma kebagian makan satu potong saja. dudududuuuu...
" Enak mom...mba Fa suka, kalau mom yang buat...mba Fa abisin semua..hehehe" dia memujiku yang membuatku merasa melayang...terharu..baru kali ini anakku memuji masakanku.
" Alhamdulillah kalau mba Fa suka. Terimakasih ya sudah memuji mom nuggetnya enak, terimakasih juga sudah membantu mom memasaknya.. alhamdulillah Fa suka, mom senang.. nuggetnya dari sayuran soalnya" pujiku pada Fa atas semua yang sudah dia lakukan.
Dia terlihat begitu senang menikmati semua nugget yang sudah dibuatnya. Aku pun senang karena akhirnya ia menikmati apa yang sudah ku hidangkan. Memberi kesempatan pada anak untuk bereskplorasi salah satunya memasak dapat melatih ketrampilan motoriknya dan melatih estetika dalam memasak. Selain itu, memasak bersama merupakan cara jitu untuk berkomunikasi produktif dari memberi pujian dengan jelas, menggunakan intonasi dan suara ramah, memberi informasi berupa cara yang harus dilakukan dengan kalimat yang pendek serta sederhana dan menyatakan keinginan kita dengan jelas pula.
Semoga komunikasi produktif tidak berhenti sampai di sini saja, tetapi selamanya, selama mendampingi tumbuh kembang anak dengan komunikasi berkualitas yang menghasilkan sesuatu yang positif. Sejauh ini saya lebih memaksimalkan komunikasi produktif dengan anak daripada pasangan karena banyak sekali yang harus aku perbaiki bagaimana ku hadapi dia sehari- hari. Aku hanyalah ibu biasa yang memiliki banyak kekurangan. Semoga bisa menjadi ibu yang lebih baik. lebih profesional dan lebih sabar dalam menghadapi anak- anak. aamiin..
* Note : maaf, tidak ada foto ya..seperti yang kujelaskan di atas, HP sedang tidak mendukung, tengah diisi baterai dan membutuhkan waktu lebih lama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar