Senin, 10 September 2018

Komunikasi Produktif Hari Keempat

Pagi menunjukkan pukul 06.15 WIB. Kulihat kamar kosong tanpa anak- anak. Mereka pergi jalan- jalan pagi bersama mbah uti pikirku. Saat tengah menuju dapur saya terkejut melihat Fa tengah duduk di depan televisi.
" Ih, ada mba Fa. Kirain sama mbah uti" tanyaku pada Fa.
" Nggak" jawabnya singkat.
" Qaf kemana?" tambahku.
" Sama mbah uti." jawab Fa sambil memainkan sesuatu entah apa.
" Mba Fa hari ini sekolah tidak?' tanyaku mulai menyelidik. Kali ini saya tidak mau membuang energi saya hanya untuk memerintahkannya mandi.
" Sekolah mom" Fa masih memutar- mutar tangan dan kepalanya tanda asyik bermain sendiri.
" Oohh.. sekolah ya? ko belum mandi..belum sarapan. Udah jam 6 lewat loo.."  tanyaku yang sebenarnya ingin memintanya untuk melakukan salah satu hal tersebut.
" Maem dulu mom lah. Pake apa?' Fa mulai tergerak untuk menyelesaikan salah satunya.
" Nasi goreng" jawabku singkat.
" Maem mom" pinta Fa merajuk supaya saya mau mengambilkan nasi goreng untuknya.
" Ada di meja sudah di piring tinggal ambil" saya mengarahkannya supaya mau mengambil sarapan sendiri.

Fa pun ke dapur dan kembali dengan sepiring nasi goreng yang sudah saya siapkan.
" Segini mom" tanyanya dengan menunjukkan sepiring nasi goreng yang hendak disantapnya. Saya anggukan kepala tanda mengiyakan.

Qaf ternyata sudah di kamar dengan mbah uti. Mbah uti meminta saya untuk segera memandikannya tetapi Fa mendengar percakapan kami dan meminta sayamenunda waktu mandi Qaf.
" Jangan mom lah. Nanti tungguin mba Fa, mandi bareng kaya kemaren" pintanya sambil memasukkan sesendok nasi ke dalam mulutnya.
" Ya tapi kan mba Fa masih makan, belum selesai. Jadi lama.." dalam urusan ini biasanya saya membutuhkan waktu ekstra agar ia bisa menghabiskan makan sendiri tanpa disuapi oleh siapapun.
" Nggak mom, cepet kok.. ini mba Fa ceppet makannya" jelasnya yang tak ingin ditinggal.

Mbah uti pun menyahut dari kamar dan menyanggah permintaan Fa dengan alasan lama jika harus menunggunya selesai makan. Namun Fa merasa tak terima jika permintaannya tak dituruti. Ia menunjukkan ekspresi ketus kepada mbah uti.
" Mba Fa masih lama nggak?' selidikku mencoba mencairkan kekesalannya.
" Ini dikit lagi mau abis." jawabnya sambil menunjukkan nasi goreng yang tinggal sepatuh porsi.

Saya melihat keseriusannya untuk segera menghabiskan sarapannya sehingga kuputuskan untuk menungguny selesai.
" Ya udah, gapapa mom tungguin. Tunggu mba Fa selesai maem ya Qaf baru mandi" ucapku sambil berbicara kepada Qaf adik bayi Fa. tiba- tiba Qaf pipis dan saya meminta Fa lebih cepat karena Qaf sudah pipis daripada harus mengganti celana lagi lebih baik langsung mandi saja.

Akhirnya Fa pun selesai makan dengan lebih cepat dari biasanya dan mandi bersama Qaf. Tak perlu membuang energi untuk mendorongnya agar disiplin dalam hal mandi sebelum  sekolah. Cukup mengerti bagaimana kemauan dia dengan memberi pilihan, empati, bersikap ramah, menyatakan keinginan, memberi arahan dengan singkat dan memberi pujian dengan jelas karena akhirnya Fa berhasil makan sendiri dengan fokus dan tanpa bantuan orang lain.

Note: No picture today. sorry

Tidak ada komentar:

Posting Komentar