Sabtu, 08 September 2018

Komunikasi Produktif Hari Kedua

Alhamdulillah sampai juga pada hari kedua. Setelah semalam berjuang mengirim link setoran hari pertama yang membuat panik, kali ini insya Allah sudah lebih paham. Intinya harus slow down baby.....☺

Di hari tantangan yang kedua ini, saya masih menargetkan anak saya yang pertama sebagai partner komunikasi produktif saya. Kebetulan hari ini ada kegiatan berenang di sekolah, tepatnya di Waterpark Benteng Van Der Wijck. Berhubung saya tidak bisa mengantar dan menemaninya selama kegiatan berenang dan alhamdulillah Mbah Utinya bersedia menemani, maka saya pun di rumah membersamai dede bayi si bungsu. Maka saya ingin menggali pengalaman berenangnya hari ini sesampainya Fa di rumah. Biasanya dia harus saya pancing dulu agar ia mau bercerita tentang pengalamannya. Karena ilmu komunikasi produktif sudah didapat, maka saatnya untuk praktek mengganti kalimat interogasi dengan pernyataan observasi. Saya berharap cara ini berhasil.

Dan sepulangnya di rumah saya menyambutnya dengan penuh gembira, semangat dan siap memeluknya. Tapi ternyata dia lebih memilih sibuk dengan saudara sepupu saya yang masih sebayanya. Kali ini ada Zayyan dan kakaknya, Zahwa. Tetapi saya tak menyerah. Ketika dia sedikit lega setelah mengganti pakaian, saya mulai bertanya bagaimana perasaannya hari.
" Hai Fa..sudah pulang ya? bagaimana berenangnya hari ini? apa yang kamu rasakan?" tanya saya dengan penuh semangat dan menunjukkan ketertarika saya terhadap ceritanya.
" Dingin mom.." jawabnya dengan semangat.
" Dingin saja? kalau mom lihat kamu sepertinya senang sekali." mulai menggali informasi.
" Seneng"..jawabnya singkat.
" Apa yang membuatmu senang? mom mau tahu" saya terus menggali lebih dalam.
" Ya seneng, berenang. Dingiin.." jawabnya singkat dan berlalu dengan saudaranya.Hingga beberapa selang waktu berlalu dia sudah asyik bermain bersama Zayyan dan Zahwa.

Baiklah, sampai di sini saya tidak ingin menyerah. Saya yakin ini bukan false celebration, karena jawaban singkatnya. Saya perlu menunggu waktu yang tepat untuk kembali mengobservasinya. Hingga siang berganti sore, ternyata dia lelah sekali. Setelah Zayyan dan Zahwa pulang, dia tidur padahal hari sudah sore. Hingga waktu menjelang maghrib dia terlihat masih lelah dan ingin belajar ungkapnya. Dia mengambil buku tulis dan pensilnya dan menulis sendiri. Setelah selesai dia langsung membereskan buku dan pensilnya. Saya terharu melihatnya, karena dia jarang sekali membereskan buku serapi ini. Saya pun memanggilnya dan saya katakan " Mom senang sekali Fa mau membereskan buku dan pensil yang telah dipakai ke tempatnya lagi tanpa diingatkan. Sini mom peluk. Rasanya mom kangen sekali denganmu Fa.." pujiku padanya sambil memeluk hangat dengan beberapa kecupan di kening dan pipinya. Dia merajuk senang.❤

Saya langsung menemukan momen yang tepat untuk kembali mengobservasi Fa terkait pengalamannya berenang hari ini.
" Mom lihat Fa senang sekali hari ini berenangnya. Apa saja sih yang sudah membuatmu senang? mom pengen tau..Ada apa saja ya, disana sampai- sampai Fa seperti pengen berenang lagi di sana" tanyaku penuh semangat. 
Dan benar saja dia langsung menceritakan bagaimana dia di kolam renang, apa saja yang ia lakukan, apa saja yang membuatnya tertarik dan sederet ceritanya yang membuatku ikut merasakan kesenangannya itu. Seperti biasa ia bercerita denganku di kamar sambil bersantai ria di kasur menemani adik bayinya. Dia semangat sekali menggambarkan lekak- lekuk perosotan yang ada di kolamnya juga bagaimana ia kedinginan di sana. Alhamdulillah anak senang bercerita pengalamannya, mom senang mendengar cerita serasa tengah dibacakan dongeng sebelum tidur dengan sayup- sayup mata lelah ingin terpejam.heeeheheee....☺✌✌✌



Tidak ada komentar:

Posting Komentar