Jumat, 14 September 2018

Komunikasi Produktif Hari Kedelapan

Hari ini aku harap- harap cemas dengan Fa. Bukan karena apapun yang mengkhawatirkan atau berbahaya tetapi karena dia kemarin sudah berjanji bahwa hari ini dia akan tidur siang. Terlihat sepele, tetapi inilah yang membuatku agak kecewa dibuatnya karena ia sudah berjanji tetapi tiba- tiba dia entah kemana.

Seperti biasa sepulang sekolah, dia masih mondar- mandir belum ganti baju. Mbah uti mengingatkannya untuk segera ganti baju terlebih ada seorang temannya yang sudah datang ke rumah. Mulai kekhawatiran semakin menjadi, karena harapanku untuk dia tidur siang hari ini bisa kembali pupus. Tetapi alhamdulillah angin segar mulai datang, teman tersebut hanya meninformasikan kepada kami bahwa Qaf harus ditimbang segera. Akhirnya dengan cepat Fa ganti baju supaya bisa ikut mengantar Qaf ke posyandu. Alhamdulillah jadi aku tak perlu berpanjang lebar untuk memintanya ganti baju.

Sepulang dari timbangan, dia makan siang bersama saudara yang setiap hari di rumah. Aku mulai untuk berkomunikasi produktif dengannya mengingatkan janjinya kemarin.
" Mba Fa, kemarin ada yang janji kalau hari ini mau tidur siang. Mba Fa ingatkah siapa itu?" tanyaku menyelidik.
" Iya mom, nanti mba Fa bobo. Mba Fa juga nanti mau sholat." jawabnya membuatku senang karena ia masih ingat.

Setelah makan selesai ia memang bermain seperti biasa. ketika waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 WIB aku kembali mengingatkan Fa.
" Mba, sudah siang lho ini.. Jadi tidur ga?" aku mengingatkannya.
" iya mom..sebentar" sahutnya sambil tetap bermain.

Beberapa menit kemudian ia masuk ke kamar bersama zayyan dan menutup pintu.
" Jangan- jangan mainan ini di dalam kamar" batinku sedikit curiga.
Ku ingat bahwa aku harus berpikir positif padanya. Lalu ku tetap melanjutkan aktivitaskuyang tengah menjahit. Beberapa menit berlalu, ku masih mendengar bisik- bisik dari dalam kamar. Itu tandanya mereka masih mengobrol.
" Masih ngobrol ya? nanti bobo ya.." tanyaku tiba- tiba sambil membuka pintu kamar. Dan mereka hanya melirik dan saling pandang. ahaayyy....sudah saatnya tidur mungkin itu makna bahasa tubuh mereka.
Daannnn.... tiba- tiba ku dengar semua sunyi. Ku coba kembali membuka pintu dan tarrraaaa... mereka tidur....senangnya hatiku. Akhirnya Fa tidur siang, bersama saudara yang biasanya sangat sulit bisa tidur siang seperti ini.

Tepat pukul 14.00 WIB ku dengar pintu kamar terbuka dan mereka keluar kamar tanda sudah bangun. Ku sambut mereka dengan pujian dan senyum ramah.

" Waah.. sudah bangun... terima kasih mba Fa, karena hari ini mba Fa sudah menepati janji untuk tidur siang... seger ya, sudah tidur.." dia pun hanya tersenyum sambil terus mendekatiku.

Alhamdulillah komunikasi produktif sangat membantuku untukmengutarakan keinginan tanpa harus bernada- nada yang seikit mengganggu telinga. terima kasih Fa....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar