Minggu, 02 Desember 2018

Memahami Gaya Belajar Anak Hari ke-4

Hari ke-4 bertepatan dengan hari Ahad yang artinya hari libur untuk Fa. Pagi-pagi sekali mom sudah memberitahukan bahwa hari ini kita akan bermain dan belajar👏👏.

Tapi ternyata pagi- pagi sekali juga dia sudah berkunjung ke tempat Mbahnya dan dia di sana sampai siang. Mumpung hari libur, kali ini mom mengizinkan.

Siang sepulang dari sana mom mengingatkan apakah hari ini sudah belajar? Ia pun teringat akan janji bersama hari ini. Ia langsung meminta kegiatan menulis. Memang biasanya saat membersamai Fa belajar, ia yang menentukan jenis kegiatannya, karena mom tidak ingin memaksa. Biarlah keinginan untuk bisa tumbuh dari dalam dirinya sendiri. Tugas mom memotivasi, membimbing, memfasilitasi dan membersamainya dalam setiap tahap keingintahuannya.

Dan Fa pun langsung mengambil alat tulis dan buku gambar. Ia menunjukkan hasil melipat ikan yang sudah ia beri label nama ikan tanpa bantuan. Dan kali ini, ia meminta saya mengajarinya menulis nama- nama dari bentuk hasil melipatnya kemarin. Ada bentuk rumah, kucing, mobil dan gunting. Seperti yang mom ceritakan sebelumnya, Fa tengah menyukai kegiatan melipat ini. 

Satu per satu ia mulai memberi label nama dimulai dari bentuk gunting. Saat menulis seperti ini saya biasa menstimulasinya dengan cara auditori, yaitu memperdengarkan bunyi- bunyi setiap huruf. Tetapi kali ini mom memanfaatkan kartu yang beberapa hari terakhir mulai digunakan untuk belajar membaca. Seperti menulis kata " rumah", mom melatihnya untuk mengeja per suku kata. Dari suku kata "ru" yang ia tahu biasanya cuma huruf r tanpa u. Mom memintanya mencari kartu baca "r" dan mencari bacaan "ru". Ternyata ini lebih memudahkan Fa untuk belajar menulis, karena Fa memang baru bisa membaca suku kata hidup. Mom lakukan metode ini sampai keempat bentuk gambar melipat selesai diberi nama.

Dalam observasi kali ini, Fa lebih banyak menggunakan auditorialnya untuk mendengarkan bunyi huruf, lalu visualnya untuk melihat penulisan hurufnya.
Selesai menulis keempatnya dan tanpa mom sadari yang tiba- tiba harus mengASIhi Qaf , semua peralatannya sudah tertata rapi di rak buku. Itu tandanya Fa mengakhiri kegiatan menulis ini. Baiklah..semangat💪💪 untuk seterusnya..





Jumat, 30 November 2018

Memahami Gaya Belajar Anak Hari ke-3

Dua hari yang lalu Fa berkutat pada melipat kertas. Dan aktivitas ini masih menjadi primadona. Saatnya mom menyediakan kertas lipat yang banyak untuk menggali kreativitasnya.
Dan sepulang sekolah, saya mengajaknya ke toko buku untuk membeli peralatan tempurnya sekaligus beli untuk dipakai di TPQ. Seperti biasa jika saya mengajaknya ke toko buku ia selalu meminta saya membelikan buku cerita bergambar atau buku mewarnai. Dan kali ini dia meminta buku mewarnai yang full colour dan ukuran besar. Sebenarnya mom bisa saja membuatkan gambar hasil searching di google atau mom buatkan manual tapi dia selalu tertarik untuk beli. Sifat konsumtifnya masih jadi PR mom.

Saya akhirnya belikan ia buku mewarnai yang ia minta, kebetulan bertemakan profesi, bisa untuk belajar tentang macam- macam profesi beserta peralatan yang digunakan. Dan sampai rumah? Tak sabar dia langsung mengambil pewarna dan mewarnai gambar koki padahal belum ganti baju seragam😔. Saya ingatkanuntuk bergegas supaya bisa mewarnai lebih bebas..

Dia mewarnai sesuai contoh, namun karena ada beberapa pewarnanya yang sudah patah dan tak bisa digunakan, ia menggantinya dengan warna lain dan alhamdulillah berhasil diwarnai dengan penuh. Great job Fa..🖒 mom selalu mengapresiasi hasil belajarnya karena ini penting bagi perkembangan emosionalnya. 

Usai mewarnai, saya tanya jawab tentang alat yang digunakan koki saat bekerja dengan menyebutkan gambar apa saja yang ada di gambar beserta fungsinya.. alhamdulillah hampir semua dia paham, hanya beberapa yang perlu mom tambahkan seperti ukuran dan bentuk pisau yang berbeda karena fungsinya. Setelah itu, saya mengajaknya untuk bernyanyi lagu " du di dam" lagu zaman mom masih imut- imut😋 dengan gerakan-gerakan lincah ala mom pastinya😁.

Dan hasilnya??? Gaya belajar yang teramati masih seimbang, antara visual saat melihat warna, auditori saat menyebutkan nama- nama alat yang digunakan beserta nyanyian "du di dam" dan juga kegiatan mengolah tangan saat mewarnai dan menirukan gaya mom memasak "oseng-oseng-oseng"😁..

Dan lagu itu terus ia dendangkan sampai menjadi lagu favoritnya karena diulang- ulang terus♫♬♬♫♪⏮▶⏭



#harike3
#tantangan10hari
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP

Memahami Gaya Belajar Anak Hari ke-2

Melipat Aneka Bentuk 

Hari kedua saya membersamai Fa di rumah sebenarnya bisa dibilang kewalahan. Karena apa? Dia lagi keranjingan melipat kawaaan... Pulang sekolah yamg ditanyakan kertas lipat lagi..padahal sudah saya sediakan stamp pad untuk bermain finger print masih saja dia berkutat dengan kertas lipatnya..

Tapi kali ini berbeda, dia membuka-buka buku ketrampilan milik saya yang saya buat saat kuliah dulu yang berisi tentang langkah- langkah melipat berbagai macam bentuk. Dia pun galau ingin membuat yang mana dulu. Akhirnya dia putuskan membuat vas bunga 🌷untuknya, kepala kucing🐺 untuk saya, kepala anjing 🐶 untuk empapnya dan perahu rangkap 🚣untuk adiknya. Dia masih sangat menikmati aktivitas ini. Dia mulai melihat langkah-langkah yang ditampilkan oleh buku saya, saya beri arahan sedikit, kemudian dia melanjutkan sendiri dengan percaya diri.. ahh..kamu mengejutkan nak..you're excellent untuk aktivitas satu ini.. Setelah semua jadi dia menambahkan gambar untuk menyempurnakan karyanya. Dan kembali ia tulis nama kami untuk masing-masing lipatannya. Kali ini ia sudah tidak menanyakan huruf apa saja untuk menuliskan milik empapnya, karena dia ternyata mencontoh kembali tulisan yang sudah kemarin ia buat. Khas sekali visualnya.

Untuk hari kedua ini, gaya belajarnya lebih dominan visual. Auditori ia gunakan ketika mendengarkan arahan saya untuk menyempurnakan lipatannya dan kinestetik ia gunakan ketika harus berpindah- pindah mencari tempat yang nyaman untuk alas melipat. Buku gambar dan lemnya dimana, melipatnya dimana😃😃. Dan setelah aktivitas melipat ini selesai, dia masih tertarik dengan buku ketrampilan saya. Dan masih berlanjut membuat karya seperti yang buku tunjukkan sampai lupa makan  siang kawaann...🍽..akhirnya saya terpaksa "mengistirahatkannya" supaya ia tetap menyayangi tubuhnya agar selalu memberikan hak atas tubuhnya sendiri.


Dan hasilnya......👉  

#harike2
#tantangan10hari
#gamelevel4
#kuliahbunsayIIP








Rabu, 28 November 2018

Memahami Gaya Belajar Anak hari 1

Target anak game level 4 masih si sulung Fa. Qaf masih terlaluunyu-unyu soalnya😁.

Tiba-tiba mba Fa minta kertas origami katanya mau membuat ikan. Baiklah, saya tunjukkan tempatnya. Seketika dia sudah mengambil kertas lipat 2 lembar dan langsung melipatnya membentuk ikan. Kemudian digambarnya sisik di salah satu sisi bentuk ikan tersebut. Dia pun menanyakan ke saya bisa tepuk ikan nggak? Dan ia memperagakan tepuk ikan "👏👏👏 berenang, 🐋🐋berenang, 🐋🐋cari makan..diam.."

Baiklah..saya mengikutinya dan katanya gerakan tangan saya salah 😃😃..saya pun dibuatkan olehnya juga untuk empapnya. Jadilah 4 ikan dengan warna berbeda kemudian ia tempelkan di buku gambarnya..

Serruu..dia bisa melakukannya semua sendiri, hasil belajarnya di sekolah dan ia ulang di rumah. Dia memang selalu tertarik untuk membuat2 sesuatu😚😚




Rabu, 14 November 2018

Meningkatkan Kecerdasan Anak Hari ke-10

Pagi- pagi sekali Fa bangun tidur. Dia langsung turun dari tempat tidur dan mengambil botol bekas air mineral yang sudah disimpan di dalam tas sekolahnya.

Hari itu, Fa diberi tugas oleh gurunya di sekolah untuk membawa 1 botol bekas minuman kosong. Dari ia pulang sekolah memang sudah memberi tahu kepada saya dan botolnya sudah langsung diambil&disimpan di dalam tas tanpa saya suruh. Namun pagi- pagi sekali baru membuka matanya langsung kepikiran botol tersebut. Ternyata eh ternyata, dia sedang merasakan kekhawatiran jikalau ternyata diminta gurunya untuk membawa botol yang sudah dihias. Sesuai pengalaman saya dulu saat masih berkecimpung dalam dunia pendidikan TK, memang sering meminta murid untuk membawa botol bekaa dari rumah untuk kemudian digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah sesuai tema. Sedangkan Fa entah darimana pemikiran itu tiba- tiba merasa harus membawa yang sudah dihias.

Alhasil dia sibuk mencari kertas hias *kertas krep=red* dan lem. Saya sudah memberi penjelasan bahwa botol bekas yang perlu dibawa tetapi dia masih dalam pendiriannya. Baiklah, silakan kamu berkreasi menghias botolmu sendiri ya Fa..mom mimiin ASI dede dulu.

Dan benar, dia mencari kertas krep sendiri dan bertanya kepada saya lem yang harus digunakan yang mana. Saya hanya memberi dia tantangan coba saja pakai lem yang Fa punya bisa atau tidak ( kali ini yang dipunyai memang lem kayu. Sudah pasti bisa). Begitu ia tempelkan ke botol menggunakan lem tersebut ternyata nempe sempurna. Dan dia senang sekali, karena artinya dia bebas berkreasi dengan bahan yang ada. 

Selanjutnya dia meminta saya kertas krep warna lain, dan saya mengeluarkan simpanan kertas krep warna- warni kemudian saya berikan ke dia. Saya pun kembali ke Qaf untuk memberikan haknya.. dan taraaaaa...selesai juga ia menghias botol tersebut dengan tangannya sendiri. Menurut apa yang gurunya jelaskan, botol tersebut akan dipakai untuk membuat celengan.

Dari apa yang saya lihat ketika Fa membuat kreasi botol tersebut, saya merasa dia sudah mulai menyukai dunia kreasi atau kerajinan tangan seperti yang sudah saya stimulasi sebelumnya. Dia sering melihat saya mengutak- atik sesuatu untuk didaur ulang menjadi barang yamg bermanfaat dan hari ini, ia mampu menyelesaikannya sendiri. Dan benar saja begitu sampai di sekolah, memang harus membawa botol kosong dan hanya miliknya yang sudah dihias... mungkin hasilnya terlalu sederhana buat kita tapi buat dia, ini adalah prestasi. Dia punya ide sendiri, eksekusi sendiri dan membereskan kembali alat yang sudah dipakai. Dia juga bangga menunjukkan hasil karyanya ini ke semua orang yang ada di rumah.. tetaplah berkarya Fa semampumu.. Mom dukung selalu di belakangmu.

Minggu, 11 November 2018

Meningkatkan Kecerdasan Anak Hari Ke-9

🍳 Memasak Telur Dadar🍳

Hari ke- 9 tantangan game level 3 saya merupakan hari ahad. Artinya mba Fa libur. Waktu pengerjaan tantangan lebih leluasa. Itu mimpi saya di waktu pagi, karena kenyataannya tidak😭.

Dia sudah mengeluh bosan di rumah terus karena ingin berkunjung ke rumah saudara yang cukup jauh. Padahal pagi sudah berkunjung ke rumah mbah. Sepertinya belum puas dia. Dan kebetulan hari Ahad ini mendung menggelayut dan sore harinya turun hujan cukup deras.

Karena lauk untuk makan sore habis, saya mengajak Fa untuk menggoreng telur dadar yang mudah. Dia meminta mengocok telur tersebut. Saya mengajarinya cara memecah telur, namun dia mengatakn tidak bisa. Baiklah, semoga suatu saat kamu bisa ya Fa.. berhubung dipantau oleh Mbah uti, beliau meminta menambahkan satu telur lagi dari dua telur yang sudah dipecahkan. Entah saya waktu itu sedang apa, lupa. Tiba- tiba saja Fa sudah memecahkan tambahan telur dan sudah tercampur di mangkok.

" Itu mba Fa yang mecahin telurnya? Bisa? " tanya saya menyelidik.
" Bisa mom..dari lubang yang keciiill.." jawabnya sambil memperagakan sesuatu yang kecil dengan tangannya.
" Alhamdulillah sudah bisa ya...terima kasih ya.." puji saya menguatkan kemampuannya.

Saya menambahkan bumbu beserta daun bawang yang sudah diiris lalu dia mengocoknya dengan semangat. Ketika sudah siap semua alat tempur untuk menggoreng, saya mulai menggoreng telur tersebut. Saya menawarkan pada Fa untuk menggorengnya tetapi kali ini belum berani. Alhasil saya yang menyelesaikannya. Ketika mengangkatnya dan meletakkan telur dadar yang sudah matang, saya meminta tolong padanya. Dengan takut - takut dia lakukan itu semua dan alhamdulillah berhasil. Telur dadar tersaji di atas piring dan dia memotong kecil supaya bisa terbagi rata untuk makan kami sekeluarga.





Jumat, 09 November 2018

Meningkatkan Kecerdasan Anak Hari ke-8

               🎭Membuat Topeng Sendiri🎭

Kenapa judulnya sendiri?yaa.. sendiri..Ternyata Fa sudah mempunyai ide dan inisiatif pribadi untuk berkarya. Ini merupakan family project dadakan tanpa rencana. Tadinya sudah sepakat untuk eksekusi kaos kaki bagian dua. Tetapi membuat topeng juga seruuu..

Tiba- tiba dia melihat kertas yang sudah diwarnai dan mengatakan kepada saya, " Mom, ini kan bisa dibuat topeng ya" sambil menunjukkan selembar kertas kepada saya.
" Iya, bisa..tinggal dikasih tali pinggirnya" jawab saya yang berpikir tidak perlu membuat lubang untuk mata, sesuai gambar pada selembar kertas tersebut tanpa lubang mata dan mulut.
" Buat ahhhh..." dia menenteng kertas tersebut kemudian tiba-tiba menemukan sehelai tali rafia yang sudah pas sekali ukurannya untuk kepala.
" Nahh..pakai tali rafia bisa Fa..tinggal tempel di kertas aja.itu talinya dipotong jadi dua buat kanan kiri" jelasku.

Kemudian dia langsung mencari gunting dan lem. Tapi saya mengarahkan untuk tidak memakai lem tetapi isolasi saja. Diambilnya gunting untuk memotong tali rafia sendiri. Saya memberitahu tidak perlu dipotong dibelah saja jadi dua. Dan dia langsung paham kawan😃..

Ketika memulai memasang isolasi, dia kesulitan mencari potongan yang siap digunakan. Maka di sini tugas saya untuk mendampinginya. Saya yang membuka isolasi dan dia yang memotong lalu menempelkannya pada kertas. Setelah kedua talinya terpasang, saya bertanya nanti kalau topengnya dipakai bagaimana? Ga bisa liat dong..ga ada matanya. Dia lalu meminta saya membuat " mata" topeng. Saya menunjukkan langkah- langkah agar ia mudah memahami.

Dan taaarrraaa... sudah jadi...jangan heran ya, ini topeng cuma bentuk kotak polos tanpa bentuk. Dia yang mau, sudah saya beri ide untuk membuat bentuk dia tetap kekeuuhh.. Yo wes lah.. Dan ia pun berinisiatif membuat topeng satu lagi untuk Zayyan( saudaranya). Dan apa yang paling membahagiakan? Dia bisa membuat topeng satu lagi tanpa bantuan saya pemirsaaahh... Fa mengikuti apa yang tadi saya tunjukkan. Masya Allah... Dia sudah terlihat mandiri dalam hal ini. Kemampuan berpikirnya sudah terasah dengan sendirinya. Dan ia juga selalu ingat Zayyan ketika membuat sesuatu, sehingga kemampuan sosial emosionalnya berkembang. Jangan ditanya setelah dua topeng itu jadi. Rumah ramai sekali oleh permainan mereka berdua💃🙌