Minggu, 07 Oktober 2018

Melatih Kemandirian Hari Ke- 2

Saya ternyata terlambat membuat laporan tantangan ini. Tapi tak apalah, ini tak menurunkan semangat saya untuk melakukan tantangan dan membuat laporannya setiap hari. Hari kedua saya lakukan di hari Ahad. Fa libur sekolah dan hampir saja saya false celebration. Karena siang harinya mbah kakung Fa menawarinya makan dan mengambilkannya kemudian akan menyuapinya. Saya saat kejadian perkara tengah membersamai dede bayi dan langsung keluar untuk melihat apakah dia makan sendiri atau disuapi.

" Mba Fa sudah besar kan ya, sudah sekolah, sudah mandiri. Kalau makan pasti sendiri, tidak disuapi siapapun kan ya.." ucapku melihat mbah kakung menyodorkan sepiring nasi kepada cucu pertamanya.

Saat ia makan, ada seorang temannya yang sedang berkunjung untuk bermain bersamanya. Saya pun berinisiatif untuk membuat Fa makan sendiri dengan memberinya motivasi berbagi dengan temnnya.
" Dita, maem di sini ya, bareng sama Fa. Kalau mau nanti diambilkan." ucapku pada temannya yang bernama Dita. 

Saya lihat Dita malu- malu dan Fa pun membujuknya agar mau makan di rumahnya bersama- sama. Fa memberi pengertian bahwa gapapa kalau mau makan, boleh kok.. Dan setelah beberapa menit pembujukan, Dita pun mengiyakan. Dengan semangat saya ambilkan nasi beserta lauknya. Karena saya lihat Fa hanya makan pakai telor asin, saya pun memberinya motivasi supaya mau makan dengan sayur sop sama seperti Dita juga. Alhamdulillah jadi mau, yeaayyyyyy....

Akhirnya kedua sahabat ini makan bersama dengan menu yang sama dan makan sendiri- sendiri tanpa disuapi. yeeaayyyyy... alhamdulillah berhasiiilll......tadi terlambat sedikit saja keluar kamar dia sudah meminta disuapi oleh mbah kakungnya..




Tidak ada komentar:

Posting Komentar