Senin, 15 Oktober 2018

Melatih Kemandirian Hari Ke- 9

Siang hari berasa panas sekali tapi menyurutkan Fa untuk belajar menulis. Semenjak ia sekolah ia jadi senang dengan kegiatan ini. Terkadang bangun tidur pun kalau lagi ingin menulis, langsung ambil buku tulis dan pensil atau pulpen kemudian menulis sesuka hatinya. Awalnya ia senang menulis namanya sendiri dengan menanyakan urutan hurufnya pada saya. Setelah selesai ia mau menulis nama adiknya, lalu nama saya. Kalau nama empapnya ia tak pernah tertarik karena namanya panjang sulit dihafalkan. hahahaha....

Sepertinya siang ini ia tengah bersemangat mengulang kegiatannya di sekolah. Ia menulis bagian- bagian tanaman. Ia menggambar bunga, daun dan buah kemudian menuliskan nama gambar tersebut. Karena belum bisa menulis sendiri secara ejaan hurufnya, ia mendatangi saya untuk meminta bantuan huruf- huruf apa saja yang harus ia tulis. Berkali- kali salah karena huruf e terbalik namun ia tak patah semangat. Sampai ia pun meninggalkan buku dan pulpen tergeletak di lantai ketika mendengar ada yang lebih menarik di luar sana. Mom hanya nelihat buku dan pulpen sembari berbicara dalam hati " alamat tergeletak di lantai dalam waktu lama niihhh... "

Dan benar saja. Mom hanya bolak- balik melihat buku itu tanpa memindahkan satu sentimeter sekalipun. Tunggu waktu mainnya. hahahaha... Dan ketika ia kembali ke dalam rumah mom hanya mengatakan " Ini buku tempatnya di mana ya?" ia langsung mengambil dan meletakkannya di rak buku. Saya pun melihat keranjang mainannya dan melihat buku- buku tergeletak tak berdaya tanpa arah. Pensil tergeletak tak sempurna tidak pada tempatnya. Oke, kita mulai merapikan semuanya. Saya mengarahkan kemana ia harus menyimpan buku- buku tersebut agar lebih tertata dan pensil tanpa harus berpisah jauh dengan buku. Kali ini saya buatkan tempat khusus agar mudah dijangkau olehnya. Alhamdulillah selesai, dan ia melakukan sendiri dengan arahan mom.. Besok diingat- ingat ya sayang ... tempat buku dan pensil atau pulpen dimana...


Melatih Kemandirian Hari Ke- 8

Alhamdulillah sudah masuk hari ke- 8 tantangan game level 2 melatih kemandirian pada anak. Hari ke delapan ini sudah saatnya ganti skill yang dilatih. Untuk minggu kedua ini saya melatih kemandirian Fa dalam membereskan mainan atau buku serta alat tulis setelah selesai digunakan. Sebenarnya skill ini sudah saya latih dari dia dulu baru bisa berjalan dengan lancar di usia 10 bulan. Namun seiring waktu berjalan terkadang harus diingatkan dan momnya males nungguin dia kelamaan jadi beresin sendiri dehh..hehehe...tapi sudah satu tahun terakhir saya sudah tidak membantunya membereskan mainan, semisal rumah berantakan kaya kapal pecah saya diamkan. Padahal yang mainan entah kemana, karena tau- tau ada di rumah sebelah tengah berkunjung dengan teman sebayanya atau dengan yang masih bayi. Paling setelah ia kembali ke rumah saya ingatkan untuk merapikan mainannya kembali.

Awalnya saya yang sering berkorban membereskan karena tau- tau sudah dibereskan oleh mbahnya. Dan ini membuat saya pekewuh kalau bahasa Jermannya mah. hehehee...Akhirnya mbahnya lama- lama sudah paham bahwa saya sengaja membiarkan berantakan sampai Fa kembali dan siap merapikannya meskipun tetap saja berantakan di tumpukan keranjang mainannya. hahahahaha.....

Oke kembali ke tantangan melatih kemandirian, di hari ke delapan ini semua mainan di keranjang dikeluarkan olehnya dan dimainkan bersama saudaranya. Saya melihat mereka tengah bermain peran sebagai sebuah keluarga. Oke, it's good.. Saya hanya mengingatkan bahwa ketika kalian memutuskan untuk menyelesaikan permainan, tolong dikembalikan pada tempatnya ya.. jangan sampai lupaa.....*_^ 

Dan ketika mom menyetrika baju pun terdengar mainan tengah dimasukkan ke dalam keranjang. Oke, saatnya mengabadikan momen indah....^_^



Abaikan gambar yang tak beraturan ini yang berhasil mom abadikan ini. Mengabadikan momen dari objek bergerak itu sesuatu kawannn... Maklum bukan potograper propesional ...hihihiii...☺☺☺

Jumat, 12 Oktober 2018

Melatih Kemandirian Hari Ke-7

Tanpa terasa saya sudah memasuki hari ketujuh dalam melaksanakan tantangan game level dua melatih kemandirian pada anak. Ini artinya, ini hari terakhir untuk melatih satu kemampuan dan besok sudah berganti kemampuan yang akan dilatih. Hari terakhir di tantangan tapi bukan akhir dari melatih kemandirian satu kemampuan pada Fa. Kemampuan yang sudah dilatih selama satu pekan ini akan tetap dilaksanakan.

Di hari ketujuh ini, saya hanya menekankan kembali bahwa ketika lapar, membutuhkan makanan, maka sudah harus mengambil nasi dan lauk sendiri. Dan benar saja, setelah mengambil nasi sendiri tanpa bantuan, dia hanya memilih telus asin menunya.Suka sekali dia...lahap makannya..



Karena dia sudah pandai makan sendiri dan menyiapkan makan sendiri, saya buatkan susu setengah gelas sebagai hadiahnya.. Semangat untuk mandiri seterusnya mba Fa..

Melatih Kemandirian Hari Ke-6

Di tantangan hari keenam ini, alhamdulillah saya bisa mendampinginya saat sarapan. Biasanya momen ini selalu terlewat karena saya ada tugas negara lainnya yang berkejaran dengan waktu si bungsu tidur.. heheheee
Di hari ini Fa hampir saja tidak mau makan sendiri karena sudah kesiangan dari jadwal makan biasanya. Sedang kacau jadwalnya karena dia sendiri yang mau alias lebih banyak main di pagi hari sehingga waktunya mundur terlalu lama. Baiklah, saya tidak mau memaksa hanya mengingatkan waktu saja dan menasehati bahwa jam sekian seharusnya sudah selesai ini, jam sekian selesai itu. Alhamdulillah saya ada waktu lebih untuknya sehingga kemandiriannya untuk makan tidak terlewatkan.

Karena faktor tersebut, dia hanya memilih satu lauk saja untuk sarapan, yaitu nasi goreng tanpa ada tambahan apapun. Baiklah sayang, tidak masalah. Yang terpenting sarapan dengan bahagia supaya aktivitasmu di sekolah juga menyenangkan..


** Mom sangat tidak prepare mendokumentasikannya, sudah hampir habis baru difoto. hihihii...**

Melatih Kemandirian Hari Ke-5

Hari Kelima saya membiasakannya untuk sadar akan makan sendiri. Dia mengambil nasi sendiri, sudah saya training caranya supaya tidak terkena panasnya magic com. Dia memilih sendiri lauknya dan menuangkannya ke piring. Kali ini karena lauknya bukan berkuah dan insya Allah mudah dijangkaunya. Dan tetap dalam pengawasan saya karena mejanya yang menyulitkannya. Terkadang dia terpaksa naik ke meja karena tak terjangkau oleh tangannya.

Hari ini lauk di rumah pecel sayur- sayuran dan seperti biasa dia enggan untuk memakan sayurannya dalam jumlah banyak karena ia lebih memilih sambal pecelnya saja yang lebih banyak. Saya beri dia motivasi agar mau makan sayuran yang ada dengan komunikasi produktif. Tapi ia hanya tetap mau makan sayurannya tetapi bayamnya saja. Baiklah daripada sambal pecel dan tempe saja, pikirku. Alhamdulillah dia makan sendiri dengan lahapnya. Saya hanya menemaninya sambil sesekali memujinya karena mau makan sayuran dan makan sendiri. Dia memilih untuk melaksanakan sunnah Rosululloh SAW untuk makan dengan menggunakan tangan kanannya langsung tanpa sendok. Senangnya bisa melihatnya makan sayuran dengan lahap..

Untuk urusan merapikan piring ke tempat cucian piring alhamdulillah sudah terbiasa, sehingga tak perlu mengingatkan panjang lebar. Semoga kemandiriannya yang sudah terbentuk bisa istiqomah dan menjadi lebih mandiri lagi. aamiin...


  




Selasa, 09 Oktober 2018

Melatih Kemandirian Hari Ke-4

Hari ini Fa begitu manis.. tak banyak berkata- kata panjang kali lebar untuk mengingatkannya makan. Dia yang inisiatif minta makan sendiri. Bahkan di jam makan siang ia sudah makan bersama saudara di rumah pun melihat saya makan minta makan lagi. Saya pun memintanya mengambil piring sendiri beserta sendok lalu mengambil nasi di magic com. Untuk urusan satu ini dia sudah terbiasa, alhamdulillah mau mengambil sendiri. Biasanya terkadang masih meminta saya untuk mengambilkannya. Kali ini saya hanya mengambilkan sayur bening dan lauk saja, sesuai permintaannya.

Usai saya mengambilkan pun dia langsung makan sendiri, lebih suka makan di lesehan, lantai tepatnya. Alhamdulillah makan siangnya dua kali dan habis pula. Tanpa ba bi bu dilahapnya habis bersih sampai menunjukkan piringnya yang bersih sih sih tak ada sisa nasi ataupun sayuran tak tersisa ke saya yang lagi mengangkat pakaian yang sudah kering saat dijemur kemudian meletakkannya ke tempat cuci piring. Tak ada yang bisa didokumentasikan disini karena rempong bener ya, bawa setumpuk pakaian sambil poto- poto. hahahaha... Oke fine, dia terlihat sangat manis, saya suka sekali.

Hingga sore menjelang malam tepatnya sebelum maghrib, saya tengah mengASIhi si kecil dan tiba- tiba dia memberitahu saya kalau dia mau makan, sudah ambil nasi beserta lauk dan siap makan sendiri. Masya Allah...saya terharu sekali mendengarnya meskipun tak mampu melihat prosesnya dengan mata kepala saya sendiri, tapi saya sangat senang. Anak sulung saya sudah begitu mandiri terutama untuk urusan makan. Biasanya kalau makan susah sekali, kadang saya tawari makan pun masih belum mau. Hari ini dia sudah sadar bahwa dia butuh makan dan mampu mengurus dirinya sendiri tanpa bantuan dari saya. Masya Allah....sholehah terus ya sayang....


Senin, 08 Oktober 2018

Melatih Kemandirian Hari Ke-3

Masih seputar melatih kemandirian untuk Fa tentang makan sendiri. Ssebenarnya saya pun membiasakan untuk mengambil nasi dan lauk sendiri. Itu jika lauk berupa protein nabati atau hewani. Jika hendak mengambil sayur terutama yang berkuah masih harus saya bantu karena meja tempat menyimpan makanan terlalu tinggi untuknya dan tempatnya menyudut serta menempel tembok karena sengaja dibuat permanen oleh mbah. Ini yang menyulitkan bagi Fa. Jika harus mengambil kursi bisa, hanya tetap saya harus mengawasi khawatir tersenggol dengan makanan lain mengingat mejanya dibuat sempit dan terkadang dia harus bersitegang dengan tudung saji yang terpaksa mengenai kepalanya dan kemudian teriak minta tolong tapi emaknya malah tertawa karena lucu. hahahaha...jahat banget yaa... ga menyeramkan kok, anaknya pun bahagia, karena memang jatuhnya seperti dia memakai topi bermerk tudung saji. hahahahhhaa...

Baiklah kembali ke tantangan melatih kemandirian. Saya tak mampu mempublikasikan makan setiap waktu pagi, siang, sore secara rutin. Pagi, emaknya berkutat dengan cucian dan memasak lauk dan saat makan malam emaknya makan bareng bersama Fa. Tak sempat saya ambil foto lalu selfie cekrek, upload...hehehe...Hanya makan siang yang terdokumentasikan.

Alhamdulillah bisa berbagi kembali. Kali ini ada saudara yang berkunjung, masih sebaya dengan Fa dan dia teman satu kelas Fa hanya statusnya itu Fa adalah keponakan temannya tersebut. Terkadang silsilah itu kejam kawaaann.. Masih seumuran harus dipanggil tante oleh anak saya. Hihihiii...

Alhamdulillah temannya Fa yang bernama Zakiyah mau makan bersama Fa. Ini sebenarnya menguntungkan bagi saya, karena Fa jadi lebih semangat makan ketika bersama temannya sekaligus melatih berbagi dengan teman. Kali ini mereka sepiring berdua, udah kaya lagu ya...Tapi dengan sendok masing- masing dan saat saya melihat membagi nasi dan lauknya masing- masing. Bukan berebut makanan tapi berebut membagi makanan supaya masing- masing dari mereka tidak makan banyak.. hahahahhaa..Ketahuan kalau mereka bukan tipe anak doyan makan. Tak apalah, alhamdulillah itu bisa menjadi hiburan bagi mereka. So my littlegirl, berbagi itu sangat harus selalu kamu lakukan ya... Dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun.....



* Note: abaikan posisi kaki temannya Fa ya...itu emaknya cuma fokus cekrek, lupa menegur karena HP sudah lowbatt jadi fokus cepet difoto, cepet difoto.hihihiii....